FGD di UNS mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wagub Jateng, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Ekonomi Jawa Tengah dinilai tumbuh akseleratif berkat kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan swasta. Capaian ini didukung oleh data BPS dan inisiatif pembangunan daerah.
UNS — Ekonomi Jawa Tengah (Jateng) di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2025–2030 dinilai tumbuh akseleratif, berkat kolaborasi dengan berbagai elemen. Hal tersebut mengemuka saat dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “ Outlook 1 Tahun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah” bertempat di Ruang Sidang 4 Gedung dr. Prakosa, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, pada Selasa (3/3/2026).
Dalam forum tersebut, hadir sejumlah narasumber, antara lain Didik Nursetyohadi, M.Agb., Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah; Dr. Zulkifli, S.Pt., M.M., CGAA., Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah; serta Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS.
Dalam kesempatan tersebut, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah, Didik Nursetyohadi, M.Agb. menyampaikan pada triwulan pertama dan kedua, BPS mencatat ekonomi Jateng berturut-turut tumbuh 4,9% dan 5,28%. Pada triwulan III naik menjadi 5,37% dan di triwulan IV, naik signifikan di angka 5,87%. “Selama satu tahun terakhir, ekonomi Jateng itu percepatannya sungguh tajam,” kata Didik.
Menurut Didik, collaborative governance (pemerintahan kolaboratif) yang ditetapkan Gubernur Ahmad Luthfi, menjadi salah satu faktor perekonomian tumbuh akseleratif dan berkontribusi sebesar 8,22% terhadap perekonomian nasional.
Dalam aspek kemiskinan, pihaknya menekankan pentingnya melihat kualitas penurunan kemiskinan, bukan sekadar angka persentase penduduk miskin (P0). Indikator kedalaman kemiskinan (P1) dan keparahan kemiskinan (P2) di Jateng, menurutnya menunjukkan perbaikan.
“P1 yang semakin landai, ini menunjukkan beban penduduk miskin semakin ringan. Begitu pula P2 yang membaik, menandakan ketimpangan di antara kelompok miskin semakin mengecil. Ini mencerminkan kualitas penurunan kemiskinan yang lebih baik,” jelasnya.
Menurut dia, sinergi lintas daerah, perguruan tinggi, swasta, serta penguatan peran orkestrasi pemerintah provinsi dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, serta meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah secara berkelanjutan.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dr. Zulkifli, S.Pt., M.M., CGAA. menyatakan, model pemerintahan kolaboratif yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.


Selama setahun terakhir, Pemprov Jawa Tengah aktif membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan perguruan tinggi. Dalam catatannya, saat ini ada 111 perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah.
“Dampaknya cukup luar biasa. Rumah tidak layak huni (RTLH) yang direnovasi dan pembangunan rumah baru di Jawa Tengah mencapai sekitar 200 ribu unit. Yang dibiayai APBD hanya sekitar 17 ribu unit. Selebihnya berasal dari kolaborasi, termasuk perguruan tinggi dan CSR,” jelasnya.
Ia mencontohkan kontribusi perguruan tinggi seperti UNS yang turut membantu perbaikan RTLH di desa binaannya. Skema ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa pendekatan kolaboratif mampu menggerakkan berbagai sumber daya di luar APBD.
Dr. Zulkifli juga menegaskan bahwa capaian kepemimpinan daerah harus diukur secara objektif melalui indikator dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dari delapan indikator utama yang ditetapkan, tujuh di antaranya telah tercapai, sementara satu indikator lainnya masih dalam proses perbaikan.
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Pemprov Jateng dalam satu tahun terakhir. Ia menilai sejumlah indikator makro menunjukkan arah yang positif, terutama dalam penguatan iklim investasi dan konsolidasi program prioritas daerah.
Namun demikian, Prof. Irwan juga mengingatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada tataran seremonial atau forum diskusi semata. Menurutnya, kemitraan strategis harus diwujudkan dalam program konkret yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kerja sama yang terjalin harus dijaga keberlangsungannya. Jangan hanya menjadi momentum sesaat, tetapi harus dioptimalkan secara berkelanjutan demi kemajuan daerah,” tandas Prof. Irwan.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran sebagai research engine dan mitra kritis pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data. Melalui riset, inovasi, serta pendampingan kebijakan, kampus dapat memperkuat efektivitas program pembangunan sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan inklusif dan berkeadilan. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Bagaimana pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah selama satu tahun terakhir?
BPS mencatat ekonomi Jawa Tengah tumbuh akseleratif, dengan kenaikan signifikan dari 4,9% pada triwulan pertama menjadi 5,87% pada triwulan keempat. Lihat di artikel
Apa faktor utama pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang akseleratif?
Pemerintahan kolaboratif yang ditetapkan Gubernur Ahmad Luthfi menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan ekonomi Jateng yang akseleratif. Lihat di artikel
Bagaimana peran perguruan tinggi dalam pembangunan di Jawa Tengah?
Perguruan tinggi, termasuk UNS, berkontribusi dalam renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan berbagai program kolaboratif lainnya, menggerakkan sumber daya di luar APBD. Lihat di artikel
Apa yang ditekankan oleh Prof. Irwan Trinugroho terkait kolaborasi UNS dan Pemprov Jateng?
Prof. Irwan mengingatkan agar kolaborasi tidak hanya seremonial, tetapi diwujudkan dalam program konkret yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Lihat di artikel



















