UNS– Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KSP “Principium” Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan audiensi dan pengembangan kemitraan pentahelix bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), H. Taj Yasin Maimoen di Rumah Dinas Wakil Gubernur. Kunjungan dan audiensi tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan dan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terhadap program revitalisasi budaya dan ekonomi masyarakat Desa Kranggan, Kabupaten Klaten.
Program bertajuk “Besalen Koripan: Pelestarian Budaya Metalurgi dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Desa Kranggan” ini mengusung konsep “Desa Budaya”. Fokus utamanya adalah merevitalisasi budaya pandai besi khas Koripan dan mengembangkan potensi desa sebagai destinasi wisata edukatif berbasis budaya. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 17 tentang kemitraan dalam pembangunan.
Audiensi dihadiri oleh Wakil Gubernur Jateng, perwakilan dinas terkait, pimpinan UNS, serta Kepala Desa Kranggan. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jateng dan menegaskan komitmen penuh Universitas dalam mendampingi program hingga tahap pasca-implementasi.
“Dengan diadakannya audiensi ini, diharapkan akan tercipta kolaborasi yang bagus antara PPK Ormawa KSP “Principium” FH UNS bersama Pemprov Jateng,” ujar Prof. Dody yang dalam kesempatan tersebut juga didampingi oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P.; Dekan FH UNS, Dr. Muhammad Rustamaji, S.H., M.H.; dan Dosen Pendamping, Lushiana Primasari, S.H., M.H. pada Kamis (31/7/2025).


Adinda Nurdiati Thamiana, Ketua Tim PPK Ormawa KSP “Principium”, menjelaskan bahwa Desa Kranggan dipilih karena kekayaan budayanya sebagai salah satu sentra pandai besi. Namun, budaya metalurgi tersebut terancam punah karena kurangnya regenerasi. “Melalui program ini, kami ingin menghidupkan kembali nilai historis Koripan dan mendorong kebangkitan ekonomi desa melalui pembangunan ‘Besalen Koripan’,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jateng, H. Taj Yasin Maimoen, menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah untuk mendukung secara penuh. “Program ini sejalan dengan visi Pemprov Jateng: Desa Makmur dan Berdaya. Selain melestarikan budaya lokal, Besalen Koripan juga memiliki potensi menarik wisatawan domestik dan mancanegara, apalagi keris telah diakui sebagai warisan budaya UNESCO,” ujarnya. Diskusi lintas sektor juga melibatkan beberapa kepala dinas dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) yang memberikan masukan strategis terkait perizinan, teknis lapangan, dan keberlanjutan program.
Dukungan juga datang dari Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utomo, yang menyatakan rasa haru dan harapan besar atas terwujudnya impian menjadikan Kranggan sebagai Desa Wisata Budaya Edukatif.
Tim pelaksana terdiri dari 15 mahasiswa lintas fakultas di UNS, yang telah melalui proses seleksi nasional dan memperoleh pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Melalui kolaborasi aktif antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan sektor lainnya, diharapkan Besalen Koripan tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan dan identitas lokal yang berdaya saing. HUMAS UNS



















