UNS Bermitra dengan University of Canberra dalam Proyek KONEKSI

UNS Bermitra dengan University of Canberra dalam Proyek KONEKSI

UNSUniversitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan penandatanganan perjanjian kemitraan proyek KONEKSI di Canberra bersama mitra University of Canberra (UC), Australia pada Senin (18/11/2024). KONEKSI merupakan inisiatif kolaboratif di sektor pengetahuan dan inovasi yang mendukung kemitraan antara organisasi Australia dan Indonesia untuk kebijakan dan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan dan didanai oleh Pemerintah Australia.

Hadir secara daring untuk melakukan penandatanganan penjanjian yaitu Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., bersama Profesor Michelle Lincoln, Deputy Vice-Chancellor (Academic) UC yang diselenggarakan di Vice-Chancellor Building, dan dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia Vanuatu, Dr. Siswo Pramono. Pejabat pemerintah Australia yang hadir antara lain Department of Foreign Affairs and Trade, Dr. Lauren Bain dan Department of Industry, Science and Resources, Ms. Alison Drury.

Ketua tim dari Australia, Prof. Dr. Ahmed Imran, UC dan Ketua tim dari Indonesia, Prof. Dr. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si. yang juga sebagai Dekan Fakultas Teknik (FT) UNS, melanjutkan dengan kick-off meeting bersama mitra Australia yang terlibat, yakni NEVCE, ITP Renewables dan EVENERGI. Kemudian Dean at The UC, Prof. Dr. Janine Deakin dan Atdikbud KBRI Canberra, Prof. Dr. Mukhamad Najib juga memberikan arahan pada kegiatan ini.

“Transportasi umum menggunakan bus listrik akan menurunkan emisi karbon, dan menggerakan bisnis baterai seiring dengan meningkatnya permintaan baterai, di mana Indonesia memiliki nikel dan Australia memiliki lithium sebagai bahan baku utama baterai. Tantangan dekarbonisasi transportasi umum, diangkat menjadi proyek bersama dengan topik Decarbonization Pathways for Indonesia’s Buses Infrastructure (DIBI),” terang Prof. Dr. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si.

Anggota peneliti dari UNS yang merupakan pakar public and intelligence transport system, Dr. Ir. Budi Yulianto menambahkan bahwa UNS terlibat kajian jalur dekarbonisasi untuk infrastruktur bus Indonesia dengan menggunakan alat estimasi energi routing, energi terbarukan dan pemodelan ekosistem.

Dr. Budi menjelaskan bahwa studi awal dilakukan di Kota Surakarta, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kota Surakarta. Sedangkan untuk asesmen dan analis terhadap permintaan energi dan pengurangan emisi, manajemen armada, dan kesiapan infrastukur akan dikaji oleh Dr. Tech. Sholiqin As’ad, M.T. dan Dr. Eng. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.T. Kemudian untuk kesiapan pada sumber daya manusia sebagai tenaga terampil, tidak hanya pengemudi tetapi juga operator terkait bus Listrik, termasuk operator yang merawat bus, mengisi energi listrik, melakukan penjadwal dan lain-lain, serta keberpihakan DIBI terhadap GEDSI (gender equity, disability, and social inclusion), akan dikaji oleh Ir. Renny Rochani, Ph.D., alumnus dari UC yang menjadi Tenaga Pengajar di Program Studi Teknik Industri UNS.

Proyek KONEKSI ini menjadi langkah nyata UNS memberikan dampak besar untuk menyelesaikan persoalan nasional, melalui kajian ‘jalur dekarbonisasi untuk infrastruktur bus di Indonesia’, guna mendukung energi yang berkelanjutan dan transportasi yang lebih luas.

Kegiatan ini merupakan upaya UNS untuk mendukung tercapainya SDGs ke 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. HUMAS UNS