UNS— Menindaklanjuti kegiatan “IMIP Lecture Series” pada tanggal 5 Juni 2024 lalu, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D. selaku Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kunjungan sekaligus diskusi tindak lanjut kerja sama ke PT Indonesia Morowali Industrial Park yang berlokasi di Desa Futufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. IMIP merupakan perusahaan yang melakukan pengelolaan terhadap kawasan industri pengolahan material mineral dan logam, yang menjadi salah satu ujung tombak hilirisasi industri nikel skala besar di Indonesia. Kawasan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 ini, semenjak tahun 2019 ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dan Obyek Vital Nasional.
Saat menerima kunjungan tim dari UNS pada tanggal 26 Agustus 2024 tersebut, Manager Learning Center PT IMIP, Trisno Wasito menjelaskan bahwa IMIP memiliki luas lahan sekitar 3.000 hektare yang terdiri dari pabrik peleburan besi, nikel, dan kromium serta proyek baja karbon skala besar dan material baterai energi baru, juga smelter peleburan baja tahan karat. Kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang hilirisasi seperti bandara, Water Treatment Plant, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, dan pelabuhan. Dengan berbagai jenis bisnis yang dijalankan, kawasan industri IMIP telah menyerap total 83.428 tenaga kerja per Juli 2024, dimana 11.657 di antaranya merupakan Tenaga Kerja Asing.
Human Resources Head PT IMIP, Achmanto Mendatu menyampaikan beberapa peluang kerja sama yang dapat dikerjakan UNS dengan IMIP adalah program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pelatihan, rekruitmen tenaga kerja, maupun beasiswa studi lanjut. Program studi yang menjadi prioritas utama dari ruang lingkup kerja sama tersebut adalah teknik metalurgi, teknik mesin, teknik elektro, teknik industri, teknik kimia, ekonomi, teknik lingkungan, kesehatan masyarakat, bahasa mandarin, psikologi, akuntansi, manajemen, finance, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Selain itu, IMIP juga membutuhkan pelatihan dasar Bahasa Mandarin maupun pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, sehingga memperlancar komunikasi antara karyawan yang merupakan Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing. Pelatihan Bahasa Mandarin juga diperlukan bagi para penerima beasiswa IMIP yang akan mengikuti pelatihan maupun studi lanjut di China. Sepanjang tahun 2024-2025 ini IMIP memberikan beasiswa kepada 1.000 mahasiswa berprestasi strata sarjana terapan (D4) dan sarjana (S1) dari 30 perguruan tinggi se Indonesia. Peluang kerja sama lainnya adalah melalui penyediaan dosen industri dalam format praktisi mengajar dan juga penyelenggaraan kuliah umum.



Prof. Dody menyambut baik berbagai peluang kerja sama tersebut, karena dengan adanya sinergi antara dunia usaha dengan perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi antara dunia usaha dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam peningkatan inovasi dan kualitas SDM, sekaligus untuk memperkuat daya saing Indonesia di dunia internasional.
Dalam rangkaian kegiatan kunjungan tersebut, pimpinan UNS juga berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan para alumni UNS yang bekerja di Morowali. “Kami yang ada di perantauan sangat gembira dan berterimakasih sekali bisa ditengok pimpinan UNS sebagai “orangtua” kami. Melalui silaturahmi ini juga menambah semangat untuk turut serta memajukan UNS dengan cara kami,” terang Nur Kumala Arifin Alumni S1 Fakultas Hukum Angkatan 1988.
Berdasarkan pendataan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS, terdapat 12 alumni di Morowali yang antara lain berasal dari program studi Hiperkes dan Keselamatan Kerja, Fisika, maupun Bahasa Mandarin.
Pada kesempatan tersebut, Agus Dwi Priyanto, S.S., M.CALL yang merupakan salah satu Koordinator Bidang UPT SPMB UNS memberikan informasi mengenai berbagai alternatif jalur masuk untuk berkuliah di UNS. Para alumni diharapkan dapat meneruskan informasi tentang UNS kepada warga sekitar sehingga memiliki keinginan untuk melanjutkan studi di UNS. Selain itu, para alumni diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi para adik tingkatnya, sehingga semakin banyak alumni yang bekerja di kawasan industri yang merupakan kerja sama antara Bintang Delapan Group dari Indonesia dengan Tsingshan Steel Group dari China tersebut. HUMAS UNS


















