UNS Cetak Wirausaha Muda Berdaya Saing melalui WIBAWA Camp 2026

UNS Cetak Wirausaha Muda Berdaya Saing melalui WIBAWA Camp 2026

Subdirektorat Kewirausahaan Mahasiswa UNS menggelar Wibawa Camp 2026 pada 1 Juli 2026 di FKIP UNS. Kegiatan ini membekali mahasiswa penerima program WIBAWA-UNS dengan pengetahuan, keterampilan, dan pola pikir kewirausahaan untuk mengembangkan inovasi dan usaha berkelanjutan.

UNS — Subdirektorat Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar Wibawa Camp 2026 untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan mahasiswa. Mengusung tema “Entrepreneurship Impact: Inovasi untuk Tumbuh Bersama”, kegiatan ini bertujuan mendorong mahasiswa penerima Program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA-UNS) Tahun 2026 untuk mengembangkan inovasi, memperkuat kapasitas kewirausahaan, serta membangun usaha yang berkelanjutan.

Memasuki hari kedua, Wibawa Camp 2026 yang digelar pada 1 Juli 2026 di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS melanjutkan rangkaian pembinaan yang telah dimulai sehari sebelumnya. Pada sesi ini, lima narasumber hadir membagikan wawasan dan pengalaman di bidang kewirausahaan sebagai bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan usaha melalui Program WIBAWA-UNS.

Direktur Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa UNS, Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CIPE., CPRM., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Wibawa Camp 2026 merupakan bagian dari proses pembinaan bagi mahasiswa penerima pendanaan program WIBAWA-UNS. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh dukungan pendanaan, tetapi juga dibekali pengetahuan, keterampilan, dan pola pikir kewirausahaan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. “Pembinaan tersebut sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 melalui peningkatan kompetensi mahasiswa serta SDG 8 melalui penumbuhan jiwa kewirausahaan yang berkelanjutan,” terang Prof. Dwi Prasetyani.

Menjawab kebutuhan mahasiswa dalam mengembangkan usaha, lima narasumber dihadirkan untuk membagikan materi yang disambut antusias oleh peserta. Sesi pertama menghadirkan Kepala Subdirektorat Kewirausahaan Mahasiswa, Dr. Susantiningrum, S.Pd., S.E., M.A.B., yang menyampaikan materi Manajemen Keuangan Bisnis. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pembukuan yang tertata sebagai fondasi pengelolaan usaha. Menurutnya, masih banyak pelaku usaha pemula yang mengabaikan laporan keuangan sehingga mengalami kendala dalam mengakses pembiayaan dari perbankan. Ia juga menjelaskan komponen dasar laporan keuangan, meliputi arus kas (cash flow), laporan laba rugi, dan neraca, serta cara menghitung harga pokok produksi, harga jual, dan titik impas (break-even point) sebagai indikator kelayakan usaha.

Salah satu peserta, Mufida Khairul Muna dari kelompok Versalayer yang mengembangkan produk upcycle berbahan limbah jeans, mengaku materi tentang pengelolaan arus kas (cash flow) menjadi bagian yang paling bermanfaat baginya. Menurutnya, materi tersebut memberikan pemahaman untuk menata arus kas usaha yang selama ini belum dikelola secara optimal. “Cashflow kita belum yang setertata itu, jadi aku bilang lebih bermanfaat di bagian cashflow ini,” ujarnya.

Sesi kedua menghadirkan Founder dan CEO Globy, Muflih Dwi Fikri atau Coach Fikri, yang membawakan materi Personal Branding & Digital Networking. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa personal branding tidak hanya dibangun melalui konten media sosial, tetapi juga melalui pemahaman terhadap audiens, penentuan nilai dan positioning diri, serta konsistensi. Ia memperkenalkan tiga pilar personal branding, yaitu value, content, dan interaction, serta merumuskan bahwa personal branding merupakan hasil dari value, visibility, dan credibility yang diperkuat melalui repetition. Menurut Coach Fikri, kunci utama membangun personal branding adalah kemampuan membingkai (framing) diri secara tepat.

Sesi ketiga menghadirkan Co-Founder dan CTO Maxy Academy, Andy Bintoro, yang membawakan materi Success in Pitching and Fundraising. Dalam sesi ini, ia menekankan bahwa investor tidak hanya menilai solusi yang ditawarkan, tetapi juga kualitas pendiri dan besarnya permasalahan yang ingin diselesaikan.

Sebagai ilustrasi, Andy mengangkat studi kasus tim mahasiswa ITS pengembang StrokeGuard yang berhasil meraih juara Global Student Entrepreneur Awards (GSEA). Menurutnya, contoh tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menyusun dan menyampaikan pitching secara matang dapat membuka peluang memperoleh pendanaan.

Sesi keempat menghadirkan Arif Kurnia Raharja, S.T., M.Ling., dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta yang membawakan materi Perizinan dan Legalitas Usaha. Ia menjelaskan sistem perizinan berusaha berbasis risiko melalui Online Single Submission (OSS), mulai dari pemenuhan persyaratan dasar, seperti izin tata ruang, izin lingkungan, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas legal pelaku usaha. Arif juga memaparkan implementasi sistem tersebut di Kota Surakarta yang telah didukung Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), sehingga proses perizinan tata ruang dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, ia menegaskan bahwa legalitas usaha memberikan berbagai manfaat, antara lain mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), memberikan kepastian hukum, dan menjadi syarat untuk berjualan di platform e-commerce.

Sesi kelima sekaligus penutup rangkaian Wibawa Camp 2026 menghadirkan Founder dan CEO PT Herbifams Indonesia Sehat, Rio Dian Permana, yang membagikan perjalanan membangun bisnis dari titik awal hingga meraih berbagai pencapaian. Peraih penghargaan Best CEO Semesta 2023 dan BEKUP Parekraf Kemenparekraf 2024 tersebut mengisahkan perjalanan menghadapi keraguan diri hingga menemukan titik balik yang mengantarkannya menjadi seorang pengusaha. Ia mengajak peserta untuk berani bermimpi besar dan menutup sesi dengan mendorong mahasiswa menyusun target pribadi yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama diadakannya Wibawa Camp 2026 oleh UNS?

Wibawa Camp 2026 bertujuan mendorong mahasiswa penerima Program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA-UNS) Tahun 2026 untuk mengembangkan inovasi, memperkuat kapasitas kewirausahaan, serta membangun usaha yang berkelanjutan. Lihat di artikel

Materi apa saja yang dibagikan dalam Wibawa Camp 2026?

Materi yang dibagikan meliputi Manajemen Keuangan Bisnis, Personal Branding & Digital Networking, Success in Pitching and Fundraising, serta Perizinan dan Legalitas Usaha. Lihat di artikel

Bagaimana Wibawa Camp 2026 mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)?

Kegiatan ini selaras dengan SDG 4 melalui peningkatan kompetensi mahasiswa dan SDG 8 melalui penumbuhan jiwa kewirausahaan yang berkelanjutan. Lihat di artikel

Siapa saja narasumber yang hadir dalam Wibawa Camp 2026?

Narasumber yang hadir antara lain Kepala Subdirektorat Kewirausahaan Mahasiswa, Founder dan CEO Globy, Co-Founder dan CTO Maxy Academy, perwakilan DPMPTSP Kota Surakarta, serta Founder dan CEO PT Herbifams Indonesia Sehat. Lihat di artikel