UNS Raih Penghargaan atas Inisiatif Inclusion Metric dalam Mendorong Kampus Inklusif

UNS Raih Penghargaan atas Inisiatif Inclusion Metric dalam Mendorong Kampus Inklusif

Universitas Sebelas Maret (UNS) meraih penghargaan dari Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI atas Inisiatif UNS Inclusion Metric dalam mendorong kampus inklusif. Penghargaan ini diserahkan pada Rabu (21/1/2026) di UNS Tower, mengapresiasi komitmen UNS dalam menyediakan akses pendidikan setara bagi penyandang disabilitas.

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meraih penghargaan dari Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia (RI) atas Inisiatif UNS Inclusion Metric dalam Mendorong Kampus yang Inklusif di Indonesia. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen UNS dalam menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang ramah, setara, dan berkeadilan bagi seluruh sivitas akademika, termasuk penyandang disabilitas.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KND RI, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd. kepada Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. di sela-sela acara Kuliah Umum KND RI “Kampus Berdampak, Kampus yang Inklusif” di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower, Rabu (21/1/2026).

Ketua KND RI, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UNS yang dinilai konsisten menjadi pelopor dalam mewujudkan kampus inklusif. Ia mengungkapkan bahwa KND menerima banyak laporan dari berbagai daerah di Indonesia terkait dampak positif kebijakan inklusivitas yang diterapkan UNS.

“Saya menerima laporan dari teman-teman di seluruh Indonesia. Mereka menyampaikan terima kasih kepada UNS karena anaknya yang disabilitas dapat diterima melalui jalur afirmasi dan memperoleh beasiswa. Para orang tua penyandang disabilitas bahkan bercerita sambil meneteskan air mata, karena kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi selama ini terasa seperti sesuatu yang sulit dijangkau,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah UNS memberikan dukungan beasiswa melalui jalur afirmasi disertai pendampingan yang berkelanjutan merupakan solusi nyata bagi penyandang disabilitas. Kebijakan tersebut tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjawab kegelisahan para orang tua terkait masa depan anak-anak mereka.

“Apa yang telah dilakukan UNS patut diapresiasi dan sangat layak mendapatkan penghargaan. Kami berharap Inclusion Metric tidak hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar menjadi instrumen yang mendorong perguruan tinggi lain untuk berbenah, mengenali potensi masing-masing, dan menyelenggarakan kampus yang inklusif,” tambahnya.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi UNS untuk terus meningkatkan kualitas layanan, akses, dan lingkungan pendidikan yang setara, ramah, dan inklusif.

“Kami merasa sangat terhormat atas Penyerahan Piagam Penghargaan dari Komisi Nasional Disabilitas kepada UNS. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, akses, dan lingkungan pendidikan yang setara, ramah, dan inklusif,” terang Prof. Hartono.

Pada Agustus 2022, UNS secara resmi meluncurkan UNS Inclusion Metric, sebuah instrumen pengukuran inklusivitas perguruan tinggi bagi Mahasiswa disabilitas. Instrumen ini telah digunakan secara internal dalam berbagai kegiatan, termasuk lomba inklusi antar fakultas dan sekolah dalam rangkaian Dies Natalis UNS selama tiga tahun terakhir.

“Alhamdulillah, UNS Inclusion Metric 2025 telah selesai dirumuskan dan memperoleh berbagai masukan serta telaah, khususnya dari Komisi Nasional Disabilitas. Pada hari ini (Rabu, 21/1/2026), UNS kembali meneguhkan komitmennya dengan meluncurkan pengembangan lanjutan yang kami sebut sebagai UNS Inclusion Metric (UNS IM). Metric ini berangkat dari Hibah Penelitian Unggulan UNS tahun 2019–2020 dan secara resmi pertama kali diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2022,” imbuh Prof. Hartono.

Prof. Hartono berharap, UNS Inclusion Metric dapat menjadi instrumen rujukan nasional dalam memetakan kualitas layanan bagi mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi Indonesia secara lebih akurat, objektif, dan berkelanjutan, sehingga pada akhirnya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan tinggi bagi seluruh mahasiswa, tanpa kecuali.

Pada tahun 2015, UNS juga menerima anugerah sebagai kampus inklusif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Terbaru, pada Anugerah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025, UNS memperoleh penghargaan sebagai perguruan tinggi terbaik dalam pelaksanaan pembentukan dan penguatan Unit Layanan Disabilitas.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara, demi terwujudnya pendidikan tinggi yang berdampak dan inklusif bagi seluruh warga bangsa,” imbuhnya.

Melalui UNS Inclusion Metric, UNS berharap dapat berkontribusi aktif dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi di Indonesia menuju kampus yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan sosial. Selain itu, UNS Inclusion Metric turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa UNS menerima penghargaan dari Komisi Nasional Disabilitas?

UNS meraih penghargaan dari KND RI atas Inisiatif UNS Inclusion Metric dalam mendorong terciptanya kampus yang inklusif di Indonesia. Lihat di artikel

Siapa yang menyerahkan penghargaan kepada Rektor UNS?

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua KND RI, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd. kepada Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. Lihat di artikel

Kapan UNS secara resmi meluncurkan UNS Inclusion Metric?

UNS secara resmi meluncurkan UNS Inclusion Metric pada tanggal 17 Agustus 2022. Lihat di artikel

Apa tujuan utama UNS Inclusion Metric?

UNS Inclusion Metric bertujuan menjadi instrumen rujukan nasional dalam memetakan kualitas layanan bagi mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi Indonesia. Lihat di artikel