Pengabdian Internasional Mandatory UNS Dorong UMKM Optimalkan Pemasaran Digital dan AI

Pengabdian Internasional Mandatory UNS Dorong UMKM Optimalkan Pemasaran Digital dan AI
Dengarkan artikel

Tim Pengabdian Internasional Mandatory UNS yang diketuai Dr. Joko Yuwono, M.Pd. dari FKIP menyelenggarakan pelatihan pemasaran digital dan kecerdasan artifisial (AI) bagi sembilan UMKM, termasuk yang dikelola penyandang disabilitas, sejak Juni hingga September 2026. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha mengoptimalkan efisiensi kerja, pembuatan konten, dan pengembangan strategi bisnis secara mandiri.

UNS — Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) mulai memberikan dampak terhadap pengembangan usaha mikro yang mengikuti Program Pelatihan Pemasaran Digital bagi Usaha Mikro untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi. Program yang merupakan bagian dari Pengabdian Internasional Mandatory Universitas Sebelas Maret (UNS) tersebut berlangsung selama empat bulan, mulai Juni hingga September 2026, dengan melibatkan sembilan UMKM, termasuk beberapa UMKM yang dikelola oleh penyandang disabilitas.

Program yang diketuai Dr. Joko Yuwono, M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS tersebut tidak berhenti pada pemberian materi pelatihan. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta mulai diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Pemanfaatan AI menjadi salah satu perkembangan yang paling terlihat setelah pelatihan. Peserta mulai memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan dan menyunting foto produk, membuat materi promosi, menyusun brosur, mengembangkan ide konten, hingga membantu pembuatan bahan presentasi. Peserta juga mulai mengombinasikan berbagai platform digital sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Pemanfaatan AI mulai berkembang dari kebutuhan pembuatan konten menuju berbagai aktivitas pendukung pengelolaan usaha. Teknologi tersebut digunakan untuk menggali ide, menyusun materi, memperoleh informasi mengenai pasar dan konsumen, hingga membantu pekerjaan administratif. Hal ini memberikan alternatif bagi pelaku UMKM untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan secara lebih efisien di tengah keterbatasan waktu dan sumber daya.

“Kalau harus menggaji satu orang untuk membuat konten dan satu orang untuk marketing, tentu membutuhkan biaya. Setelah memaksimalkan AI, jadi lebih irit. Yang penting bisa memberikan prompt yang baik,” ungkap salah satu peserta dari UMKM Pramita Store.

Pemanfaatan teknologi juga membantu peserta mengembangkan cara baru dalam memahami kebutuhan usahanya. Salah satu peserta dari Tresnoni Fashion memanfaatkan ChatGPT tidak hanya untuk memperbaiki tampilan foto produk, tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk mengerucutkan sasaran pasar, memahami karakteristik calon konsumen, serta memperoleh informasi terkait pembukuan sederhana dan perizinan usaha.

“ChatGPT bisa diajak sebagai teman untuk diskusi, terutama untuk mengerucutkan pasar konsumen. Tidak hanya menghasilkan foto, tetapi juga lebih banyak membantu dalam dokumentasi dan pengembangan usaha,” jelas peserta dari Tresnoni Fashion.

Selain pemanfaatan AI, perangkat pendukung yang diberikan selama pelatihan, seperti ring light dan mikrofon, turut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produksi konten. Peserta mulai menghasilkan foto produk dengan pencahayaan yang lebih baik dan menggunakannya sebagai materi promosi melalui berbagai kanal digital, termasuk Instagram dan WhatsApp.

Penerapan strategi pemasaran digital yang diperkenalkan selama pelatihan juga mulai dilakukan, antara lain melalui penggunaan hook, call to action (CTA), hashtag, serta pengembangan materi visual yang lebih menarik. Sejumlah peserta mulai merasakan respons positif dari pemanfaatan konten digital, seperti peningkatan viewers di media sosial dan munculnya ketertarikan dari calon reseller.

Dari sisi efisiensi, teknologi digital juga membantu peserta mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Keterbatasan tenaga untuk mengelola konten dan pemasaran dapat disiasati dengan memanfaatkan berbagai platform digital dan AI. Peserta mulai memiliki kemampuan untuk mengerjakan sebagian kebutuhan konten secara mandiri sehingga tidak selalu bergantung pada tenaga tambahan.

Meskipun demikian, hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala utama karena pelaku UMKM harus membagi perhatian antara proses produksi, pelayanan konsumen, dan pembuatan konten. Sebagian peserta juga belum memiliki tim khusus yang menangani konten dan pemasaran, sementara keterbatasan perangkat masih menjadi tantangan bagi peserta lainnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses transformasi digital bagi UMKM membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Pelatihan memberikan dasar pengetahuan dan keterampilan, sedangkan penerapan di lapangan membantu peserta menemukan bentuk pemanfaatan teknologi yang paling sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan usaha masing-masing.

Ketua Pengabdian Internasional Mandatory UNS, Dr. Joko Yuwono, M.Pd., menyampaikan bahwa proses pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Pelatihan ini kami arahkan agar teknologi digital dapat benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing UMKM. Dari proses monitoring terlihat bahwa peserta sudah mulai mencoba dan menerapkan berbagai pengetahuan yang diperoleh, terutama dalam pemanfaatan AI untuk pemasaran dan pengelolaan usaha. Ke depan, pendampingan perlu terus dilakukan agar pemanfaatan teknologi tersebut semakin optimal dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi pengembangan UMKM.”

Hasil monitoring tersebut sekaligus menjadi bahan untuk melihat kebutuhan pengembangan program selanjutnya. Para peserta berharap terdapat pelatihan dan pendampingan lanjutan yang lebih aplikatif, terutama terkait produksi video, pembuatan video tutorial produk, pengembangan konten, pemanfaatan berbagai platform AI, serta penguatan strategi pemasaran digital.

Pelaksanaan Pengabdian Internasional Mandatory selama Juni hingga September 2026 tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas UMKM dapat terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha. Keterlibatan beberapa UMKM yang dikelola oleh penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengembangan kapasitas usaha yang inklusif.

Melalui program tersebut, UNS mendorong agar teknologi digital tidak berhenti sebagai pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan, tetapi dapat menjadi bagian dari praktik usaha sehari-hari untuk mendukung peningkatan kualitas pemasaran, efisiensi kerja, dan kinerja organisasi UMKM.

HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa ketua Program Pengabdian Internasional Mandatory UNS untuk UMKM tersebut?

Program ini diketuai oleh Dr. Joko Yuwono, M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Lihat di artikel

Berapa lama durasi pelaksanaan program pelatihan pemasaran digital dan AI bagi UMKM ini?

Program pelatihan dan pendampingan ini berlangsung selama empat bulan, dari Juni hingga September 2026. Lihat di artikel

Bagaimana pemanfaatan AI membantu pelaku UMKM dalam kegiatan usaha sehari-hari?

AI dimanfaatkan untuk menghasilkan dan menyunting foto produk, menyusun materi promosi, menggali ide konten, menyusun brosur, serta membantu pekerjaan administratif secara lebih efisien. Lihat di artikel