Kembangkan Teknologi Pengelasan ODFSW, Ericha Raih Doktor di UNS pada Usia 28 Tahun

Kembangkan Teknologi Pengelasan ODFSW, Ericha Raih Doktor di UNS pada Usia 28 Tahun
Dengarkan artikel

Dr. Ericha Dwi Wahyu Syah Putri berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Teknik UNS pada usia 28 tahun dalam Wisuda Periode VIII Tahun 2026. Ia mengembangkan teknologi penyambungan aluminium ODFSW melalui penelitian berkolaborasi dengan BRIN dan Gifu University, serta berencana melanjutkan riset ke Malaysia dan Jepang.

UNS — Dr. Ericha Dwi Wahyu Syah Putri berhasil meraih gelar doktor dari Program Studi Doktor Ilmu Teknik Mesin (PSDITM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada usia 28 tahun. Dalam Wisuda Periode VIII Tahun 2026, Ericha dinobatkan sebagai wisudawan termuda setelah menyelesaikan studi selama 3 tahun 5 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan predikat cumlaude.

Gelar doktor tersebut diraih Ericha melalui penelitian yang mengembangkan teknologi penyambungan struktur aluminium menggunakan metode One-Step Double-Acting Friction Stir Welding (ODFSW). Penelitian tersebut dituangkan dalam disertasi berjudul “Pengembangan Desain Sambungan Las Hollow Panel Aluminium AA6061 dengan Metode One-Step Double-Acting Friction Stir Welding (ODFSW)”.

Selama menempuh pendidikan doktor, Ericha dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Triyono, S.T., M.T., IWE selaku promotor, Prof. Dr. Ir. Nurul Muhayat, S.T., M.T., IWIP sebagai ko-promotor I, dan Dr. Eng. Aditya Rio Prabowo, S.T., M.T., M.Eng. sebagai ko-promotor II. Penelitian tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dr. Eng. Muizuddin Azka dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Prof. Yoshihiko Uematsu dari Gifu University, Jepang.

Ericha menjelaskan, penelitian yang dilakukan berangkat dari kebutuhan industri terhadap struktur aluminium yang ringan, tetapi tetap memiliki kekuatan dan ketahanan yang baik. Kondisi tersebut mendorong pengembangan teknologi penyambungan yang tidak hanya menghasilkan kualitas sambungan yang baik, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi proses manufaktur.

“Melalui penelitian ini, saya berharap teknologi ODFSW dapat menjadi solusi dalam pengembangan proses penyambungan struktur aluminium ringan yang lebih efisien, berkualitas, dan berkelanjutan. Saya juga berharap hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan teknologi manufaktur serta mendorong penerapannya di berbagai sektor industri,” ujar Dr. Ericha.

ODFSW merupakan pengembangan dari metode Friction Stir Welding (FSW) yang menggunakan dua tools secara simultan pada kedua sisi material. Penggunaan dua tools tersebut memungkinkan proses penyambungan struktur hollow panel aluminium dilakukan dalam satu tahap. Pendekatan ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi proses sekaligus menghasilkan kualitas sambungan yang sesuai dengan kebutuhan struktur aluminium.

Dalam penelitiannya, Ericha menghasilkan rekomendasi desain sambungan serta setup operasi ODFSW yang optimal untuk hollow panel aluminium AA6061. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan teknologi pengelasan dan proses manufaktur berbasis material ringan, baik bagi peneliti dan akademisi maupun praktisi industri.

Pengembangan teknologi tersebut memiliki potensi penerapan pada berbagai sektor yang memanfaatkan material aluminium ringan, antara lain industri otomotif, transportasi, dan manufaktur. Struktur aluminium yang ringan dan memiliki kekuatan memadai juga menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan teknologi manufaktur yang lebih efisien.

Keberhasilan Ericha menyelesaikan studi doktor pada usia 28 tahun sekaligus menghasilkan penelitian berbasis inovasi teknologi menunjukkan komitmen PSDITM FT UNS dalam menyiapkan lulusan yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi riset yang melibatkan BRIN dan Gifu University, Jepang, juga memperkuat jejaring akademik dan riset internasional dalam pengembangan teknologi pengelasan.

Penelitian Ericha turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi manufaktur. Penelitian ini juga berkaitan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya meningkatkan efisiensi proses manufaktur dan optimalisasi pemanfaatan material.

Serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan struktur ringan yang berpotensi mendukung efisiensi penggunaan energi.

Usai menyelesaikan studi pada PSDITM FT UNS, Ericha akan melanjutkan pengembangan risetnya melalui program joint research di UiTM (University Teknologi MARA), Malaysia dan Gifu University, Jepang, selama 12 bulan. Sebelumnya, Ericha menempuh pendidikan S1 Teknik Mesin di Universitas Negeri Jember (UNEJ) dan S2 Teknik Mesin di FT UNS. Kesempatan mengikuti joint research tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk memperluas pengalaman akademik dan memperdalam pengembangan teknologi pengelasan yang telah menjadi fokus penelitiannya selama menempuh studi doktoral. “Bagi saya, pengelasan itu bukan hanya menyambungan 2 material namun juga menggabungkan banyak orang dalam sebuah persaudaraan,” ujar Ericha. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa wisudawan termuda yang meraih gelar doktor pada Wisuda Periode VIII Tahun 2026 di UNS?

Wisudawan termuda tersebut adalah Dr. Ericha Dwi Wahyu Syah Putri yang meraih gelar doktor pada usia 28 tahun. Lihat di artikel

Apa metode pengelasan yang dikembangkan oleh Ericha dalam disertasinya?

Ericha mengembangkan metode One-Step Double-Acting Friction Stir Welding (ODFSW) untuk penyambungan struktur aluminium hollow panel. Lihat di artikel

Institusi apa saja yang bekerja sama dalam penelitian disertasinya?

Penelitian ini melibatkan kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Gifu University, Jepang. Lihat di artikel