Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Subdirektorat Layanan Internasional menyelenggarakan Taste of the World: UNS Cultural Night (UCN) 2026 Food Booth. Kegiatan ini menghadirkan beragam kuliner tradisional dari berbagai negara untuk memperkenalkan kekayaan budaya, mempererat persahabatan, serta menjadi wadah bagi mahasiswa internasional dalam berbagi tradisi asal mereka.
UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Subdirektorat Layanan Internasional menghadirkan pengalaman lintas budaya melalui kegiatan Taste of the World: UNS Cultural Night (UCN) 2026 Food Booth. Kegiatan ini memperkenalkan beragam kuliner tradisional dari berbagai negara sekaligus menjadi ruang bagi Mahasiswa internasional untuk berbagi kekayaan budaya dan tradisi kuliner negara asal mereka.
Mengusung semangat bahwa setiap hidangan memiliki cerita, kegiatan ini menyuguhkan aneka makanan dan minuman khas yang merepresentasikan keberagaman budaya dunia. Melalui sajian kuliner, para pengunjung diajak mengenal tradisi, cita rasa, serta kebiasaan masyarakat dari berbagai belahan dunia dalam suasana kebersamaan.
Beragam hidangan dari sejumlah negara diperkenalkan dalam kegiatan ini. Dari Aljazair, pengunjung dapat mengenal rechta, mi kukus tradisional yang disajikan bersama ayam dan sayuran, serta chorba vermicelli, sup mi dengan aneka sayuran dan rempah. Bangladesh memperkenalkan beguni, camilan terong berbalut tepung yang digoreng, serta phuchka, makanan jalanan dengan isian kentang berbumbu dan kacang arab.
Sementara itu, Jepang hadir melalui dango, kudapan berbahan tepung beras yang dibentuk menjadi bola-bola kecil dan disajikan dengan saus manis gurih. Dari Kenya, terdapat chapati and beans, roti pipih yang disajikan bersama olahan kacang. Nigeria turut memperkenalkan jollof rice, hidangan nasi berbumbu tomat, kari, dan rempah khas setempat.
Keragaman kuliner Asia Tenggara juga terlihat melalui sajian Malaysia, seperti onde-onde berbahan tepung beras ketan dengan isian gula aren dan balutan kelapa parut, serta puteri ayu, kue pandan kukus dengan taburan kelapa. Thailand menghadirkan tom yam, sup bercita rasa asam dan pedas, serta Thai tea, minuman teh dengan susu yang bercita rasa manis dan menyegarkan.
Selain itu, pengunjung dapat mengenal nan gyi thoke, salad mi khas Myanmar; maja blanca, hidangan penutup berbahan santan dan jagung dari Filipina; serta mujadara, hidangan berbahan beras atau bulgur dan kacang lentil yang dikenal dalam tradisi kuliner Suriah. Sajian dari negara lainnya, seperti Sierra Leone, Tanzania, Timor-Leste, dan Turkmenistan, turut melengkapi ragam kuliner yang diperkenalkan.


Alya Najwa Binti Alfatuzee, Mahasiswa Program Studi (Prodi)
S1 Kedokteran UNS asal Malaysia turut memperkenalkan makanan khas negaranya dalam UNS Cultural Night 2026. Ia menampilkan kue tradisional Malaysia yang memiliki kemiripan dengan makanan khas Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya sekaligus menunjukkan kedekatan antara kedua negara.
Menurutnya, kemiripan kuliner Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperkenalkan. “Makanan Indonesia dan Malaysia kan mirip-mirip. Jadi, dari kemiripan itu saya ingin menunjukkan bahwa ada persaudaraan antara kita,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, ia menyiapkan sekitar 140 porsi Onde-Onde dan kue Puteri Ayu. “Sebenarnya ingin memperkenalkan nasi lemak, tetapi keterbatasan waktu di sela-sela perkuliahan dan persiapan tes membuatnya memilih makanan yang lebih sederhana untuk disiapkan,” ujar Alya.
Sedangkan Abdur Rahman Siam, mahasiswa Program Studi S2 Teknik Mesin UNS asal Bangladesh, turut sibuk menata makanan khas negaranya untuk diperkenalkan kepada para peserta. “Malam ini kami dari Bangladesh memperkenalkan beguni, camilan berupa terong yang dibalut tepung kemudian digoreng, serta phuchka, makanan jalanan yang berisi kentang berbumbu dan kacang arab. Kami menyediakan 150 paket makanan untuk para penonton UNS Cultural Night 2026,” ujar Abdur.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., mengapresiasi antusiasme dan kesungguhan mahasiswa internasional dalam memperkenalkan makanan khas dari negara masing-masing.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNS menghadirkan pengalaman mengenal budaya lintas negara melalui interaksi sederhana, seperti berbagi makanan dan cerita di balik setiap hidangan. Melalui UNS Cultural Night 2026, setiap makanan tidak hanya menjadi sajian kuliner, tetapi juga sarana untuk mengenal budaya, menghargai perbedaan, dan mempererat persahabatan antarmahasiswa dari berbagai negara. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa nama kegiatan pameran kuliner yang diadakan oleh UNS?
Kegiatan tersebut bernama Taste of the World: UNS Cultural Night (UCN) 2026 Food Booth. Lihat di artikel
Kuliner apa saja yang diperkenalkan oleh mahasiswa asal Malaysia?
Mahasiswa asal Malaysia memperkenalkan kue tradisional seperti onde-onde dan kue puteri ayu. Lihat di artikel
Makanan apa yang disajikan oleh mahasiswa asal Bangladesh?
Mahasiswa asal Bangladesh menyajikan beguni dan phuchka kepada para pengunjung. Lihat di artikel

















