UNS— Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) resmi melaksanakan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Malanggaten, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.
Program ini, yang dibimbing oleh Prof. Dr. Agr. Sc. Ernoiz Antriyandarti, S.P., M.P., M.Ec., mengusung tajuk “Lokawira Mandiri: Pemberdayaan UMKM Berbasis Hilirisasi Potensi Komoditas Lokal dan Penguatan Kelembagaan Bisnis Menuju Desa Agrosociopreneur Inklusif Berkelanjutan”. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sekaligus mengoptimalkan hilirisasi potensi lokal, khususnya komoditas beras.
Desa Malanggaten sendiri memiliki 208 UMKM aktif, dengan 61,2% di antaranya bergerak di sektor kuliner. Selain itu, desa ini memiliki potensi pertanian yang signifikan dengan hasil panen padi sebesar 858 ton pada tahun 2025. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti minimnya wadah komunitas UMKM, keterbatasan kemampuan manajerial, pemasaran yang kurang optimal, serta sekitar 10% produksi beras yang tidak memenuhi standar pasar.
“Melalui Lokawira Mandiri, kami ingin menghadirkan solusi nyata, tidak hanya dalam peningkatan kapasitas UMKM, tapi juga dalam membuka lapangan kerja baru lewat hilirisasi produk berbasis beras seperti cireng nasi, rice cracker, dan gipang,” ujar Fatur Rohman, Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa BEM FP UNS 2025 kepada uns.ac.id, Senin (1/9/2025).
Kegiatan dimulai pada 16 Juli 2025 dengan pembentukan struktur organisasi komunitas Lokawira Mandiri yang melibatkan pelaku UMKM, PKK Desa, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra strategis. Dina dipilih sebagai Ketua Komunitas, dan tim PPK Ormawa turut memfasilitasi proses legalisasi komunitas untuk memperkuat posisi kelembagaan dan akses kemitraan.
“UMKM di Desa Malanggaten banyak, namun belum terorganisir. Dengan terbentuknya Lokawira Mandiri, kami berharap UMKM desa bisa lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur H. Sunarto, S.Pd., M.Pd., Kepala Desa Malanggaten.
Berbagai pelatihan telah dilaksanakan. Yaitu pada 4 Agustus 2025 dilakukan pelatihan manajemen usaha yang membekali UMKM dengan keterampilan pengelolaan keuangan dan strategi pengembangan bisnis. Lalu pada 11 Agustus 2025 digelar pelatihan pemasaran dan branding produk, serta pelatihan pembuatan produk hilirisasi beras seperti cireng nasi, gipang, dan rice cracker. Produk-produk ini diharapkan menjadi ikon kuliner lokal yang kompetitif. Sertifikasi halal untuk produk olahan beras juga diproses guna menjamin kualitas dan daya saing di pasar luas. Pada 26 Agustus 2025 dilakukan pelatihan digital marketing dan literasi keuangan digital, termasuk pembuatan akun e-commerce, pengelolaan media sosial bisnis, serta teknik promosi daring.
Sebagai bentuk dukungan konkret, tim PPK Ormawa menyerahkan alat produksi untuk menunjang pengolahan produk UMKM. Rangkaian kegiatan ditutup dengan lokakarya bersama stakeholder, yang mempertemukan pemerintah desa, akademisi, komunitas UMKM, dan mitra bisnis untuk merumuskan strategi keberlanjutan program.
Dalam forum tersebut, disepakati penguatan kelembagaan, sinergi promosi bersama, serta peluang kemitraan jangka panjang demi mewujudkan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Program Lokawira Mandiri menjadi wujud nyata kontribusi BEM FP UNS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada peningkatan ekonomi desa, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan komunitas lokal.
Dengan implementasi program ini, Desa Malanggaten diharapkan menjadi model percontohan Desa Agrosociopreneur Inklusif Berkelanjutan yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Indonesia. HUMAS UNS



















