Empat Dosen FP UNS Gelar Program Pemberdayaan Desa Binaan di Purworejo

Empat Dosen FP UNS Gelar Program Pemberdayaan Desa Binaan di Purworejo

UNS — Empat Dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan pengabdian masyarakat melalui skema Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kegiatan ini menyasar kelompok wanita tani dan Koperasi Produsen Karnika Mandiri Sejahtera yang bergerak dalam usaha pengolahan gula semut.

Tim pelaksana yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Suminah, M.Si., bersama Dosen dari Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian FP UNS memberikan pelatihan dan pendampingan teknis. Pelatihan penggunaan mesin pengering gula semut dipandu oleh Santoso. Kemudian motivasi usaha disampaikan oleh Dr. Hanifah Ihsaniyati, S.P., M.Si. Branding produk disampaikan oleh Dr. Ir. Emi Widiyanti, S.P., M.Si., manajemen usaha dan pembukuan oleh Prof. Suminah, dan penguatan kelembagaan oleh Dr. Ir. Sapja Anantanyu, S.P., M.Si.

Kegiatan berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 16–17 Juni 2025 di Balai Desa Sokoagung. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas produksi dan pengelolaan usaha gula semut agar petani dan koperasi memiliki daya saing.

“Dengan pelatihan pembukuan dan branding, kami harap produk lokal seperti gula semut dari desa ini bisa menembus pasar lebih luas,” terang Prof. Suminah kepada uns.ac.id, Kamis (10/7/2025).

Di akhir kegiatan pelatihan, tim Dosen FP UNS menyerahkan mesin dan alat produksi gula kelapa berupa alat pengering gula semut, evaporator kristalisasi, ayakan grill, dan memberikan papan nama Koperasi Produsen Karnika. Selain itu, tim dari UNS juga membantu memperbaiki rumah produksi. Peserta dilatih untuk menggunakan alat secara teknis agar mampu mengoperasikan secara mandiri.

Kegiatan ini didanai oleh hibah PDB Non-APBN melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (LPPM) UNS Tahun Anggaran 2025. Kemudian juga melibatkan partisipasi aktif dari petani, pengurus koperasi, perangkat desa, serta mahasiswa. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan rantai usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan di sektor pangan lokal. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka antara peserta dan tim Dosen FP UNS guna merancang langkah-langkah lanjutan yang relevan dengan kondisi desa.

“Ini bukan kegiatan sekali jalan. Kami tetap melakukan pendampingan secara berkala agar dampaknya berkelanjutan,” pungkas Prof. Suminah. Humas UNS