Tim PKM HGR PharDem FMIPA UNS melatih 33 warga Desa Nguter, Sukoharjo, membuat lilin aromaterapi berbasis sereh. Workshop ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sereh menjadi produk bernilai tambah, mendukung kesehatan, dan ekonomi lokal.
UNS — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR) Pharmaceutical Development and Management (PharDem) dari Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Workshop Produk Lilin Aromaterapi di Balai Pawange RT 01 RW 05, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang diikuti oleh 33 warga ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman sereh menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai tambah.
Kegiatan dipimpin oleh Dr.rer.nat. apt. Saptono Hadi, S.Si., M.Si. bersama tim yang terdiri atas apt. Lia Puspitasari, S.Farm., M.Si.; apt. Putri Kharisma Novita Sari, M.Pharm.Sci.; apt. Akbar Eka Nugraha, S.Farm., M.Pharm.; dan apt. Devi Yanthre Sari Manurung, M.Pharm.Sci. Kegiatan ini sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerapan ilmu kefarmasian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dr.rer.nat. apt. Saptono Hadi, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa workshop ini diselenggarakan karena pemanfaatan tanaman sereh di masyarakat masih belum optimal, meskipun tanaman tersebut memiliki kandungan minyak atsiri yang bernilai tinggi. Melalui workshop ini, peserta diberikan pemahaman mengenai potensi sereh sebagai bahan baku aromaterapi yang memiliki manfaat bagi kesehatan dan dapat dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi.
Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga memperkenalkan peluang pengembangan produk berbasis tanaman lokal yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Peserta mengikuti penyuluhan materi mengenai bahaya nyamuk dan lalat sebagai vektor penyakit, manfaat tanaman sereh, serta proses ekstraksi minyak atsiri sebagai bahan baku produk aromaterapi,” terang Dr. Saptono kepada uns.ac.id, Kamis (16/7/2026).


Setelah penyuluhan, tim dosen bersama panitia mendemonstrasikan pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak atsiri sereh yang telah disiapkan. Peserta kemudian mempraktikkan proses pembuatannya secara langsung, mulai dari pencampuran bahan hingga pencetakan lilin. Antusiasme warga terlihat dari keaktifan mereka selama praktik dan sesi diskusi.
Melalui workshop ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai manfaat sereh dan proses pengolahan minyak atsiri, serta keterampilan membuat lilin aromaterapi secara mandiri. Produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan sekaligus berpotensi membantu mengurangi gangguan nyamuk. Pelatihan ini juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk berbasis tanaman lokal sebagai usaha skala kecil. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk yang memiliki manfaat sekaligus nilai jual sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta SDG 4 (Quality Education) melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal. Pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan juga mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production), sementara kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan program memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri sereh (Cymbopogon citratus) yang mengandung sitral dan geraniol memiliki aktivitas sebagai aromaterapi serta berpotensi sebagai repelan alami terhadap nyamuk. Potensi tersebut mendukung pemanfaatan sereh sebagai bahan baku produk aromaterapi yang bernilai tambah.
Melalui kegiatan ini, Prodi Farmasi FMIPA UNS berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan potensi tanaman lokal secara mandiri. Program ini juga diharapkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung kesehatan serta pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya lokal. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang melatih masyarakat membuat lilin aromaterapi berbasis sereh?
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR) Pharmaceutical Development and Management (PharDem) dari Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Lihat di artikel
Dimana workshop pembuatan lilin aromaterapi sereh diselenggarakan?
Kegiatan diselenggarakan di Balai Pawange RT 01 RW 05, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Lihat di artikel
Apa manfaat utama pelatihan pembuatan lilin aromaterapi sereh bagi masyarakat?
Peserta memperoleh pengetahuan mengenai manfaat sereh dan proses pengolahan minyak atsiri, serta keterampilan membuat lilin aromaterapi secara mandiri. Lihat di artikel
Bagaimana potensi sereh sebagai bahan baku produk aromaterapi menurut narasumber?
Tanaman sereh memiliki kandungan minyak atsiri yang bernilai tinggi dan berpotensi sebagai bahan baku aromaterapi yang bernilai ekonomi. Lihat di artikel

















