Maridi

Dr. Maridi, M.Pd.

Lahir di Karanganyar, 24 Juli 1950. Pria yang memiliki NIP 195007241976031002 adalah staf Pengajar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1981 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Sebelas Maret pada bidang ilmu: Biologi, tahun 1991 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari IKIP Negeri Jakarta pada bidang ilmu: Pendidikan Sejarah, dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Sebelas Maret untuk bidang ilmu: Ilmu Lingkungan. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.

 

PENANGGULANGAN SEDIMENTASI WADUK WONOGIRI MELALUI KONSERVASI SUB DAS KEDUANG DENGAN PENDEKATAN VEGETATIF BERBASIS MASYARAKAT

Manusia merupakan faktor utama pemicu (trigger) penyebab sedimentasi sebagai akibat budidaya lahan yang tidak berbasis pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan di kawasan buriloka (hinterland) Waduk Wonogiri sehingga menyebabkan terjadinya sedimentasi dan pendangkalan. Penelitian ini dilakukan di Sub Daerah Aliran Sungai (Sub-DAS) Keduang yang merupakan salah satu Sub DAS dari enam Sub-DAS di kawasan Daerah tangkapan hujan (Catchment Area) yang memiliki kontribusi sedimentasi terbesar di Waduk Wonogiri. Penelitian ini lebih difokuskan pada pendekatan konservasi vegetatif dan peran serta masyarakat yang terkait lima modal (capital) terkait dengan konservasi DAS yaitu: kekuatan masyarakat (social capital), sumber daya masyarakat (human capital), kondisi fisik lahan (physical capital) dan kekuatan alam (natural capital); model vegetatif dan insentif pemerintah.

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan antara lima modal (capital) dan insentif pemerintah sebagai faktor pendorong yang dapat mempengaruhi masyarakat (petani DAS) dalam mengambil keputusan konservasi secara partisipatif dalam rangka penanggulangan sedimentasi di Waduk Wonogiri. Tujuan khusus penelitian ini adalah menemukan besarnya peran serta: (a) masyarakat, terutama masyarakat pelaku pendidikan; (b) peran sumberdaya manusia (human capital); (c) peran kekuatan/modal finansial (financial capital); (d) peran kondisi fisik (physical capital); (e) sumberdaya alam (natural capital); serta (f) peran pemerintah dan NGO (goverment insentive) dalam konservasi Sub DAS Keduang.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, sampel diambil sebanyak 300 responden secara purposive sampling di lima desa, yaitu Desa Gemawang Kecamatan Ngadirojo; Desa Sambirejo Kecamatan Jatisrono; Desa Pingkuk Kecamatan Jatiroto; Desa Sukoboyo Kecamatan Slogohimo; dan Desa Sembukan Kecamatan Sidoharjo. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan menggunakan Kuisioner. Analisis Data dilakukan dengan analisis regresi ganda dan uji beda dalam hal ini uji t untuk mengetahui besarnya sumbangan pengaruh variabel kelima modal dan sinyal pemerintah terhadap keputusan masyarakat dalam menerapkan konservasi DAS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima modal dan insentif pemerintah tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani melakukan konservasi dalam penanggulangan sedimentasi di DAS Keduang; sedangkan untuk modal vegetasi rumput disamping memiliki kamampuan pendukung konservasi juga mememiliki nilai ekonomi sebagai pakan ternak.

Kata Kunci: partisipasi masyarakat, modal (capital) dan insentif pemerintah, konservasi DAS, penanggulangan sedimentasi