Suryadi Budi Utomo

Dr. Suryadi Budi Utomo,S.Si., M.Si.

Lahir di Boyolai, 02 Februari 1979. Pria yang memiliki NIP 197902022003121001 adalah staf Pengajar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 2003 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Gadjah Mada pada bidang ilmu: Kimia, tahun 2007 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari Universitas Gadjah Mada pada bidang ilmu: Kimia Organik, dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Gadjah Mada untuk bidang ilmu: Kimia Organik. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.

SINTESIS SENYAWA KALIKS[4]RESORSINARENA BARU TURUNAN ANETOL DAN EUGENOL SEBAGAI ADSORBEN DAN ANTIDOTUM LOGAM BERAT

Telah dilakukan penelitian untuk mensintesis senyawa kaliks[4]resorsinarena baru dari anetol dan eugenol serta uji aktivitasnya sebagai adsorben dan antidotum logam berat. Senyawa tetrakis-tiometil-C-4-metoksifenilkaliks[4]resorsinarena (6) disintesis dari anetol melalui beberapa tahap: (1) oksidasi, (2) kondensasi dan siklisasi p-anisaldehida dengan resorsinol terkatalisis asam membentuk 1, (3) klorometilasi 1 dengan paraformaldehida dan HCl berbantuan katalis ZnCl2 menghasilkan 5 dan (4) tiometilasi 5 oleh tiourea serta hidrolisis menggunakan NaOH. Senyawa-senyawa resorsinarena termodifikasi ammonium kuartener dapat disintesis dari eugenol melalui enam tahap yaitu (1) isomerisasi, (2) oksidasi isoeugenol, (3) O-alkilasi vanilin, (4) reaksi kondensasi dan siklisasi vanilin, veratraldehida dan 4-etoksi-3-metoksibenzaldehida dengan resorsinol terkatalisis asam menghasilkan 2, 3, 4, (5) reaksi Mannich terhadap 2, 3, 4 menggunakan formaldehida dan dimetilamina dalam suasana asam membentuk 7, 8, 9 dan (6) alkilasi 7, 8, 9 dengan MeI menghasilkan senyawa 10, 11 dan 12.

Uji kaliks[4]resorsinarena untuk menjebak logam terkait dan model adsorpsinya diteliti melalui pengadukan kaliks[4]resorsinarena dalam larutan sampel pada berbagai variasi pH, waktu dan konsentrasi. Tetrakis-tiometil-C-4-metoksifenilkaliks[4]resorsinarena mampu secara efektif menjebak kation logam berat Pb2+ dan Cd2+, sedangkan senyawa C-4-arilkaliks[4]resorsinarena termodifikasi ammonium kuartener dapat mengadsorpsi anion logam Cr2O72-, CrO42- dan MnO4-. Pola adsorpsi semua logam uji ke dalam resorsinarena terkait mengikuti baik kinetika adsorpsi pseudo orde kedua Ho maupun model kinetika adsorpsi isoterm Langmuir. Kapasitas adsorpsi maksimum resorsinarena dengan gugus aktif tiol terhadap Pb(II) dan Cd(II) sebesar 194,7 dan 519,8 µmol g-1 adsorben, sedangkan kapasitas adsorpsi tertinggi dari resorsinarena termodifikasi ammonium kuartener 11 dan 12 terhadap Cr(VI) masing-masing sebesar 1415,5 dan 1059,8 µmol g-1 adsorben. Mekanisme adsorpsi Cr(VI) pada resorsinarena 11 dominan berlangsung melalui kemisorpsi, hanya sekitar 0,32% Cr(VI) yang terikat secara fisisorpsi pada permukaan adsorben.

Berdasarkan hasil penentuan LD50, C-4-arilkaliks[4]resorsinarena dikategorikan sebagai senyawa tidak toksik menurut kriteria Loomis. Pemberian resorsinarena termodifikasi ammonium kuartener mampu mengurangi konsentrasi logam Cr(VI) dalam organ hati, ginjal dan serum secara berturut-turut hingga 78,30; 85,72 dan 88,79%. Semakin tinggi dosis obat yang diberikan maka semakin besar penurunan kadar logam berat tersebut. Ditinjau dari besaran miligram kromium terkurangi setiap gram organ maka ginjal merupakan organ yang paling banyak mengalami penurunan konsentrasi logam.