Dr. Mugi Rahardjo, Dipl, M.Si.
Lahir di Yogyakarta, 27 Desember 1949. Pria yang memiliki NIP 194912271982031002 adalah staf Pengajar pada Fakultas Ekonomi UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1976 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Gadjah Mada pada bidang ilmu: Ekonomi Pertanian, tahun 2003 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari Universitas Sebelas Maret  pada bidang ilmu: Ilmu Lingkungan, dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Sebelas Maret untuk bidang ilmu: Ekonomi Lingkungan. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.
VALUASI EKONOMI KONSERVASI SUMBERDAYA AIR DI KAWASAN TENGGARA GUNUNG MERAPI PROVINSI JAWA TENGAHÂ
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji jenis-jenis konservasi sumberdaya air yang berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, (2) menentukan nilai kemampuan membayar (Willingness to Pay (WTP) masyarakat atas peningkatan manajemen konservasi sumberdaya air, (3) menentukan determinan yang secara signifikan mempengaruhi besarnya nilai WTP atas manfaat tambahan karena peningkatan manajemen konservasi sumberdaya air, (4) menemukan mekanisme yang diterapkan untuk membayar manajamen konservasi sumberdaya air mekanisme pengumpulan dana bagi manajemen konservasi sumberdaya air.Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sample dengan random sampling berstrata secara porposional (proportional stratifical rancom sampling) besarnya sampel menggunakan tabel Umar Sekaran, target populasi sebesar 91.000 sehingga besarnya sampel 428 responden. Metode yang digunakan adalah regresi ganda dengan model double log natural. Hasil analisis menunjukkan bahwa : jenis-jenis kegiatan yang berpengaruh secara nyata terhadap konservasi sumberdaya air adalah Sumur Resapan, Lubang Resapan Biopori (LRB), Kesadaran Lingkungan, Kualitas Air, Tanaman Beringin dan Tanaman Bunga Merak.Hasil perhitungan WTP untuk konservasi sumberdaya air pelanggan rumah tangga di daerah penelitian adalah sebagai berikut: WTP minimum untuk katagori R2 sebesar 5.000, R3 sebesar 5.100, R4 sebesar 5.200, N1 sebesar 21.000 hasil regresi log diperoleh kesimpulan bahwa WTP untuk konservasi sumberdaya air diuji dengan koefisien regresi secara parsial (Uji t) menunjukkan 6 variabel yang berpengaruh terhadap WTP konservasi yaitu; Kesadaran Fungsi Lingkungan (t = 3,093 dengan sig 0,0026), Kualitas Air Tanah (t = -23,78 dengan sig 0,0915 dan Sumur Resapan, Pohon Beringin dan Pohon Bunga Merak, variabel lain yaitu pendapatan keluarga, pendidikan KK, umur pernikahan, kepemilikan rumah, jumlah anggota keluarga, sumber air yang digunakan, lama tinggal, alat penyaring, pohon Kiara payung dan pohon Angsana tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konservasi sumberdaya air.Pengumpulan dana untuk manajemen konservasi sumberdaya air adalah melalui penambahan dana yang dikelola oleh masyarakat dengan pendamping PDAM. Melihat potensi yang cukup besar sumur resapan dan memiliki peranan yang penting dalam pengelolaan sumberdaya air maka kegiatan ini perlu lebih dioptimalkan melalui persyaratan IMB oleh PEMDA bagi penduduk yang mendirikan bangunan. Demikian juga pembuatan biopori lebih digiatkan, disosialisasikan kepada masyarakat secara luas.Kata kunci:Â WTP, Konservasi, Sumur Resapan, Biopori.
















