UNS— Grup Riset (GR) Sumber Daya Hayati Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini berupa Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Onggok Aren sebagai Media Tanam Jamur Tiram di Desa Daleman, Tulung, Klaten, Jawa Tengah.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat terdiri dari 7 dosen yaitu Dr. Ir. Fadilah, S.T., M.T., Ir. Mujtahid Kaavessina, S.T., M.T., Ph.D., Dr. Ir. Sperisa Distantina, S.T., M.T., Dr. Ir. Dwi Ardiana S, S.T., M.T., Dr. Ir. Endang Kwartiningsih, S.T., M.T., Dr. Ir. Y. C. Danarto S.T., M.T. dan Aida Nur Ramadhani, S.T, M.T. bersinergi dengan kegiatan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK).
“Desa Daleman, Kecamatan Tulung merupakan desa binaan dari HMTK. Desa Daleman merupakan sentra industri pati aren, yang menghasilkan limbah padat yang dikenal sebagai onggok aren,” terang Dr. Ir. Fadilah, S.T., M.T. selaku Ketua Tim Pengabdian.
Dr. Fadilah menjelaskan, pembuatan tepung aren dilakukan dengan terlebih dahulu menebang pohon aren, kemudian dipotong-potong sepanjang kurang lebih 1-2 meter. Potongan ini diparut dan hasil parutan dimasukkan ke dalam bak yang dialiri air serta diaduk, selanjutnya dilakukan tahap pemisahan tepung aren dan ampasnya. Ampas ini disebut onggok aren, yang selanjutnya merupakan limbah padat. Jamur tiram putih adalah jamur pangan berasal dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes. Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu. Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir pada sepanjang tahun di hutan dan pegunungan daerah yang sejuk, tumbuh di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah bekas ditebang. Pada budidaya jamur tiram, alasan penggunaan serbuk kayu sebagai media tanam jamur tiram adalah membuat jamur tumbuh seperti pada habitat aslinya, yaitu tersedianya komponen berupa lignoselulosa.
“Limbah onggok aren merupakan bahan yang kaya akan lignoselulosa, dengan demikian berpotensi untuk dijadikan media dalam budidaya jamur tiram.” imbuhnya.



Dalam budidaya jamur tiram, media tanam dibuat menjadi kayu tiruan (log) yang berbentuk silinder dengan memasukkannya ke dalam kantong (bag) yang biasanya berbahan plastik.
Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar pada Sabtu (31/8/2024) ini, sosialisasi dan pelatihan dilakukan untuk memanfaatkan onggok aren menjadi baglog. Onggok aren dicampur dengan dedak dan kapur dengan perbandingan 55 : 40 : 5. Setelah dilakukan pencampuran, bahan dimasukkan ke dalam plastik dan dipadatkan. Selanjutnya adalah proses sterilisasi yang dilakukan dengan cara mengukus. Lama waktu pengukusan tergantung jumlah baglog, sekitar 2 sampai 8 jam. Setelah dikukus, baglog didiamkan di dalam kukusan sampai dingin. Setelah itu bibit jamur tiram F2 dimasukkan. Setelah ditutup dengan kertas, baglog disimpan untuk proses pemeraman, yaitu menunggu terbentuknya miselium jamur.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Balai Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Kegiatan dihadiri oleh masyarakat, yang sebagian besar adalah pelaku industri pati aren. Menurut informasi dari Kepala Desa Daleman, sudah banyak pihak luar desa yang memberikan sosialisasi untuk pemanfaatan onggok, namun baru sekali ini yang memanfaatkannya sebagai media budi daya jamur merang.
Peserta sosialisasi dan pelatihan terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Banyak pertanyaan yang dilontarkan peserta mengenai materi sosialisasi dan pelatihan. Pembuatan baglog jamur tiram ini merupakan sesuatu yang bisa dikembangkan di desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. HUMAS UNS
Redaktur: Dwi Hastuti



















