UNS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat Jeliva, lilin aromaterapi yang dibuat dari limbah minyak jelantah rumah tangga. Ini merupakan inovasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, mereka berhasil mengembangkan produk ramah lingkungan.
Sepuluh orang Mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian (FP) UNS aktif terlibat dalam kegiatan ini. Mereka adalah Dafa’ Avila Al Asy’ari, Adelia Rismandani, Aisya Allela Rachman, Anindya Keysha Mega Kauna, Arhyo Fata Alkindi Soekamto, Cindy Claudia, Dilla Agustina, Fakhri Husaini, Laurentsia Tamara Kusumastuti Hartono, Zuhda Iltizami Amran. Dosen pendamping lapangan, Prof. Dr. Ir. Endang Siti Rahayu, M.S., turut memberikan arahan selama pelaksanaan program.
Jeliva merupakan hasil kolaborasi mahasiswa UNS dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Produksi Jeliva pada pertengahan bulan Mei 2025 ini bertujuan mengurangi limbah rumah tangga sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa. Jeliva hadir dalam beberapa varian aroma seperti melati, lavender, mawar, dan teratai yang menenangkan.

Proses pembuatan lilin Jeliva menggunakan minyak jelantah daur ulang sebagai bahan dasar utamanya. Minyak ini kemudian dicampur dengan asam stearat, bleaching earth, pewarna, dan minyak esensial berkualitas. Aisya Allela Rachman, salah satu anggota tim mahasiswa, menjelaskan bahwa limbah minyak jelantah masih sering menjadi masalah lingkungan. Melalui inovasi ini, mereka berharap dapat menghadirkan solusi berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat desa.
“Kami melihat potensi besar dari limbah minyak jelantah yang seringkali menjadi permasalahan lingkungan. Melalui inovasi ini, kami berharap dapat memberikan solusi yang berkelanjutan sekaligus memberdayakan KWT Kenanga,” ujar Aisya kepada uns.ac.id, Selasa (1/7/2025).
Lilin aromaterapi Jeliva tidak hanya bermanfaat untuk relaksasi dan meredakan stres, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular. Produk ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memecahkan persoalan lingkungan berbasis potensi lokal. Kehadiran Jeliva disambut baik oleh anggota KWT Kenanga yang antusias mengikuti proses produksi. Program ini juga membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha rumahan.
Selain produksi lilin, tim mahasiswa juga membuat katalog produk berbasis website sebagai sarana promosi digital. Katalog ini dapat diakses secara daring melalui tautan https://jeliva-candles-mptypr4.gamma.site/.
Produk Jeliva sendiri merupakan implementasi program MBKM Hibah Membangun Desa UNS tahun 2025. Adanya program ini menjadi contoh sinergi positif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengatasi tantangan lingkungan. Inovasi Jeliva diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan limbah secara kreatif dan produktif.
Humas UNS


















