RG Sejarah Kebudayaan FIB UNS Latih Komunitas Sanggar Seni Tresna Budaya Kembangkan Ecoprint Ramah Lingkungan

RG Sejarah Kebudayaan FIB UNS Latih Komunitas Sanggar Seni Tresna Budaya Kembangkan Ecoprint Ramah Lingkungan

UNS — Research Group (RG) Sejarah Kebudayaan, Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, menggelar pelatihan pembuatan ecoprint bagi Komunitas Sanggar Seni Tresna Budaya di Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang mengusung semangat pemberdayaan dan pelestarian budaya lokal melalui inovasi ramah lingkungan.

Pelatihan yang diikuti lebih dari 70 peserta, terdiri dari murid dan wali murid Sanggar Seni Tresna Budaya, menghadirkan narasumber Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS pada Sabtu (17/5/2025). Materi pelatihan mencakup teknik dasar ecoprint sebagai salah satu bentuk Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini dibuka oleh Drs. Tundjung Wahadi Sutirto, M.Si., yang menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan potensi budaya desa secara kreatif dan ekonomis. “Masyarakat Kelurahan Kemiri memiliki Sanggar Tresna Budaya yang aktif. Melalui pelatihan ecoprint ini, mereka dikenalkan pada teknik pewarnaan alami yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar seperti daun jati dan tanaman lokal lainnya,” Drs. Tundjung.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Asti Kurniawati, S.S., M.Hum., menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap kekayaan lingkungan dan mendorong kreativitas yang berkelanjutan. “Kami ingin menggugah kesadaran bahwa budaya desa tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga bisa menjadi sumber ekonomi kreatif yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu, Dyah Yuni Kurniawati S.Sn., M.Sn. mengapresiasi semangat para peserta. “Sanggar ini memiliki potensi sumber daya manusia yang luar biasa, didukung kekayaan alam yang sangat mendukung, seperti daun-daun berwarna khas yang bisa dijadikan bahan utama ecoprint,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. “Saya senang sekali, karena baru pertama kali mengenal ecoprint. Ternyata seru dan bisa menghasilkan karya yang indah,” ujar Feni, salah satu peserta pelatihan.

Ketua Sanggar Seni Tresna Budaya, Sugiyono, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada tim pengabdian FIB UNS. “Ilmu dan keterampilan yang diberikan sangat bermanfaat untuk perkembangan sanggar kami ke depan,” ungkapnya.

Selain Drs. Tundjung Wahadi Sutirto, M.Si. dan Dr. Asti Kurniawati, S.S., M.Hum., kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Yusana Sasanti Dadtun, S.S., M.Hum., Dr. Hayu Adi Darmarastri, S.S., M.Hum. dan Dr. Supariadi, S.S., M.Hum. sebagai anggota RG Sejarah Kebudayaan. Pelatihan ditutup dengan pertunjukan gamelan dan tari-tarian oleh murid-murid Sanggar Seni Tresna Budaya, menandai kolaborasi harmonis antara dunia akademik dan komunitas budaya dalam semangat pelestarian dan inovasi. Kegiatan ini sekaligus menekankan upaya pemerolehan Sustainable Development Goals ketujuhbelas yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. HUMAS UNS