UNS Berdampak: Ubah Gulma jadi Guna untuk Rawa Pening yang Berkelanjutan

Dari Gulma menjadi Guna, FT UNS Berinovasi untuk Rawa Pening yang Berdaya

UNS – Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pelatihan dan penyerahan bantuan alat pengolahan eceng gondok. Pengabdian kepada masyarakat ini menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan berlangsung di Bukit Cinta, Kawasan Rawa Pening, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Senin (26/5/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Pemprov Jateng. Hadir Gubernur Jateng, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Turut hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, S.E., M.M., dan Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H. Selain itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemali Juana juga hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah kepala dinas dan biro di lingkungan Pemprov Jateng turut meramaikan acara. Direktur Utama Bank Jateng juga hadir memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan sejumlah laporan penting. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama UNS dan Pemprov Jateng. Kesepakatan tersebut telah ditandatangani oleh Rektor UNS dan Gubernur Jateng pada 17 Maret 2025.

Lebih lanjut, Prof. Irwan menyampaikan bahwa Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah ditandatangani dirinya dengan Sekda Jateng. Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan potensi serta sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pengembangan kawasan Rawa Pening. Upaya ini bertujuan untuk mendukung kesejahteraan warga sekitar Rawa Pening secara berkelanjutan.

“MoU dengan Pemprov Jateng secara general, kemudian dari situ diturunkan menjadi beberapa perjanjian kerja sama, salah satunya adalah ini. Sinergi untuk pemberdayaan Rawa Pening. Programnya pemberian pelatihan dari eceng gondok menjadi biobriket dan paving block,” kata Prof. Irwan.

Sebagai implementasi kerja sama tersebut, FT UNS melaksanakan program penanganan eceng gondok di Danau Rawa Pening. Program ini mendapat dukungan dari Bank Jateng dan arahan dari Sekda Jateng. FT UNS menggunakan pendekatan inovasi berkelanjutan dan manajemen kolaboratif guna menciptakan ekosistem pengembangan kawasan yang berdampak nyata terhadap pemberdayaan masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan melalui sinergi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, serta kelompok masyarakat lokal. Cakupannya antara lain dua kegiatan utama yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Pertama, pelatihan pengolahan eceng gondok menjadi biobriket, bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Pelatihan pembuatan biobriket dipandu oleh Dr. Wusana Agung Wibowo yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Teknik Kimia UNS. Kedua, pelatihan pengolahan eceng gondok menjadi paving block dengan memanfaatkan serbuk eceng gondok sebagai agregat tambahan. Pelatihan pembuatan paving block dipandu oleh Dr. Achmad Basuki, Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Sipil UNS. Koordinator Tim Pelaksana UNS yakni R. Chrisna Trie Hadi Permana, S.T., M.Sc., M.E., Ph.D., dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UNS. Program ini mengusung konsep “Dari Gulma Menjadi Guna” untuk meningkatkan nilai ekonomis limbah tanaman air.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Dalam sambutannya, Beliau mengatakan bahwa nampak bentuk nyata dari pemberdayaan masyarakat. Ahmad Luthfi berharap, masyarakat sekitar Rawa Pening tidak lagi merasa terbebani oleh keberadaan eceng gondok.

Ahmad Luthfi menilai kreativitas ini patut disyukuri karena membawa manfaat lingkungan dan ekonomi. Beliau berharap program serupa dapat terus dikembangkan di berbagai wilayah lain di Jawa Tengah. Menurutnya, keterlibatan UNS menunjukkan sinergi luar biasa antara pemerintah, kampus, dan masyarakat.

“Ini sudah komitmen kita dengan warga kampus ya untuk melakukan MoU, di antaranya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Lewat Fakultas Teknik, Rektor UNS sudah punya pakta integritas dengan kita. Adanya paving block dan biobriket dari eceng gondok ini suatu kreativitas yang patut disyukuri. Saya harap kalau bisa lebih banyak (menggunakan meterial enceng gondok) itu akan lebih bagus,” ujar Ahmad Luthfi.

Bantuan alat pengolahan eceng gondok diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng kepada masyarakat Rawa Pening. Masing-masing unit alat untuk pembuatan biobriket dan paving block diberikan sebagai langkah awal produksi mandiri. Selain mengurangi limbah eceng gondok, program ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi warga sekitar.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata UNS sebagai kampus berdampak yang turut serta dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. UNS menunjukkan bahwa sinergi kampus, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan manfaat bersama. UNS berkomitmen terus menghadirkan program inovatif demi kesejahteraan dan kelestarian lingkungan Jateng. Tambahan lagi, kegiatan ini mendukung pula tercapainya SDGs kelimabelas, Ekosistem Daratan, dan SDGs ketujuhbelas, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Humas UNS