Inovasi Terbaru FP UNS: Budidaya Padi dan Kacang dalam Pot

Riset Grup Tanaman Pangan dan Perkebunan FP UNS Kembangkan Budidaya Padi dan Aneka Kacang dalam Pot

UNS– Pengembangan budidaya padi dan berbagai kacang dalam pot dilakukan oleh tim riset Grup Tanaman Pangan dan Perkebunan Program Studi (Prodi) Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Di Dusun Bakaran, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, acara ini dilaksanakan dalam kerja sama dengan mitra Kelompok Tani Ngudi Makmur dan dalam rangka Sustainable Development Goals (SDGs) ke-6.

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Supriyono, M.S., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Maria Theresia Sri Budiastuti, M.Si., dan Aprilia Ike Nurmalasari, S.P., M.Sc. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan petani di sekitar kebun percobaan dalam budidaya dalam pot, terutama padi dan berbagai kacang.

Tim Grup Riset bersosialisasi tentang cara menanam tanaman padi dan kacang. Prof. Supriyono mengatakan bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan mengakibatkan penurunan luas lahan pertanian yang sangat besar. “Hal ini mendorong pemanfaatan lahan sempit dengan budidaya pertanian dengan menggunakan pot. Budidaya padi seperti ini dapat untuk memulai sisten gogo rancah, sistem penanaman yang tanaman padinya tidak perlu ditumbuhkan dalam kondisi tergenang air,” jelas Prof. Supriyono

Namun, karena lokasi pengabdian adalah lahan kering, padi ditanam pada padi gogo, dan jenis kacang yang dipilih adalah kacang tanah yang cocok untuk daerah ini dan lebih disukai oleh anggota kelompok tani. Untuk menanam padi, kondisi “macak-macak” membutuhkan banyak air. Tanaman pangan seperti padi dan kacang-kacangan juga dapat dibudidayakan di pot dengan media tanam yang porous.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik penanaman padi dan berbagai kacang-kacangan dalam pot serta pembuatan media tanam porous dengan bahan tanah dan pupuk kancang menggunakan beberapa perbandingan. Selanjutnya, media tanam digunakan untuk menanam baik padi maupun kacang tanah dengan proporsi pupuk kandang 1:1, 2:1, dan 3:1. Tanah ditambahkan 80 gram pupuk kandang dengan pupuk sintetik (Urea 0,8 g, TSP 0,4 g, dan KCl 0,2 g/pot) sesuai dosis yang disarankan. Pupuk sintetik ditambahkan ke tanah sesuai dosis yang disarankan. Setiap minggu setelah penanaman, Prof Supriyono menyatakan bahwa pengamatan dilakukan untuk mengetahui proses pengabdian hasil kegiatan budidaya dan aktivitas kelompok tani.

Semua anggota Tani Ngudi Makmur sangat senang dengan kegiatan ini. Sutarman mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan tambahan tentang pertanian.

Namun, keterampilan penanaman dalam pot sangat penting untuk budidaya tanaman. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan untuk “memberokan” lahan selama musim kering. Menurut Sutarman, pengairan dari air sumur atau sisa air rumah tangga juga dapat digunakan untuk menanam tanaman di sekitar rumah.

HUMAS UNS
Redaktur: Dwi Hastuti