UNS – Joost Groothuijse, mahasiswa magang inbound di Urban Rural Design and Conservation (URDC) Laboratory Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, menorehkan prestasi akademik yang gemilang. Ia dianugerahi gelar Presenter Terbaik di International Conference on Business, Accounting, Supply Chain, and Logistics (ICBASL) 2025, atas presentasi dan kinerja risetnya yang luar biasa. Prestasi ini menunjukkan keberhasilan program magang UNS dalam mendorong kolaborasi internasional dan keunggulan akademik.
ICBASL 2025 oleh LPPM UNS
International Conference on Business, Accounting, Supply Chain, and Logistics (ICBASL) sendiri merupakan forum internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS. ICBASL 2025 mempertemukan para akademisi, praktisi, pemimpin industri, dan pemangku kebijakan untuk membahas strategi inovatif dalam bisnis, akuntansi, keuangan, dan manajemen rantai pasok. Konferensi tahun ini menekankan kemajuan bidang-bidang ini di era keberlanjutan dan transformasi global.
Mengusung tema “Rantai Pasok dan Keuangan yang Cerdas dan Tangguh untuk Pertumbuhan Berkelanjutan”, ICBASL 2025 menyoroti peran transformasi digital, praktik berkelanjutan, dan ketahanan finansial dalam membentuk lanskap bisnis masa depan. Konferensi ini menampilkan sejumlah keynote speech, diskusi panel, presentasi makalah, dan sesi jejaring yang mendorong kolaborasi dan berbagi pengetahuan. Konferensi ini juga menawarkan kesempatan bagi peserta untuk mempublikasikan karya mereka di jurnal terkemuka. Para peserta juga terlibat dalam kemitraan riset internasional yang mendukung ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan inklusif.
Perjalanan Joost Menuju Prestasinya
Perjalanan Joost menuju prestasi ini dimulai ketika ia tiba di Solo pada akhir Agustus tahun ini. Ia adalah mahasiswa Rotterdam University of Applied Sciences yang sedang menjalani program magang di UNS. Berasal dari Rotterdam, Belanda, Joost memulai perjalanan ini sebagai bagian dari jaringan magang internasional universitasnya. Joost menjelaskan bahwa universitasnya menawarkan beragam kesempatan magang internasional, dan Indonesia telah lama masuk dalam daftar tempat yang ingin dikunjunginya.
“Akhir tahun lalu, universitas saya menawarkan beberapa pilihan magang internasional melalui jaringan globalnya. Saya selalu ingin mengunjungi Indonesia, dan karena mahasiswa Manajemen Perairan dari program saya telah berada di sini (UNS) selama sekitar delapan tahun, rasanya seperti pilihan yang aman dan familiar dengan mentor yang sudah memahami latar belakang kami. Selain itu, saya pikir Solo adalah tujuan yang baik untuk merasakan Jawa yang sesungguhnya, kota yang lebih kecil dan lebih autentik dibandingkan kota-kota besar yang lebih turis seperti Jakarta atau Yogyakarta,” ujar Joost kepada uns.ac.id pada Jumat (24/10/2025).



Lebih lanjut, Joost menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam ICBASL 2025 disarankan oleh mentornya, yang mendorong untuk mendapatkan pengalaman awal dalam presentasi akademik. Ia berpesan bahwa presentasi di konferensi semacam itu akan menjadi persiapan yang berharga untuk menulis makalah ilmiah di masa mendatang. Terutama jika ia berencana untuk melanjutkan studi magister atau doktoral. Melalui kesempatan ini, Joost dapat mempelajari cara kerja konferensi akademik dan mengamati bagaimana peneliti lain menyampaikan presentasi mereka. Ia memandang pengalaman ini penting dalam mengembangkan kepercayaan diri dan keterampilan profesionalnya. Menariknya, Joost dan rekan-rekan magangnya merupakan satu-satunya peserta mahasiswa di antara sekian banyak ilmuwan yang menghadiri acara tersebut.
Joost berbagi bahwa menjadi Best Presenter merupakan pengalaman berharga yang mencerminkan keterampilan presentasi praktisnya. Ia percaya bahwa kesuksesannya terutama berkat elemen visual yang kuat yang ia masukkan ke dalam slide nya, yang membuat pemaparannya lebih menarik dan mudah dipahami. Tidak seperti banyak peserta lain yang sangat bergantung pada teks, Joost menggunakan gambar dan penjelasan visual untuk mengkomunikasikan gagasannya dengan jelas. Pendekatan ini dan penyampaian lisannya yang percaya diri membantunya menonjol dan meraih gelar Presenter Terbaik.
Lebih lanjut, Joost menjelaskan bahwa ia mempresentasikan makalah berjudul “ Community-Based Assessment of Canal Water Quality in Gentungan Village: Identifying Pollution Sources and Improving Canal Water Qualit“. Dalam presentasinya, ia menganalisis penyebab pencemaran air di wilayah tersebut dan mengusulkan strategi untuk meningkatkan kualitas air kanal. Penelitiannya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air yang efektif di masyarakat setempat.
“Pengelolaan air merupakan bidang utama di Belanda, namun masih kurang berkembang di banyak negara lain. Oleh karena itu, saya pikir berbagi pengetahuan dengan masyarakat setempat sangatlah penting,” tegasnya.
Joost melakukan penelitiannya di Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar dengan fokus pada aspek lingkungan dan sosial pengelolaan air. Ia membagi penelitiannya menjadi dua bagian utama yaitu analisis fisik aliran air di wilayah tersebut dan penelitian perilaku penduduk. Melalui pendekatan ini, ia bertujuan untuk memahami bagaimana air mengalir di desa dan bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi kualitasnya.
“Jadi, pertama-tama saya perlu memahami perilaku dan praktik sehari-hari masyarakat terkait penggunaan air dan pembuangan limbah. Setelah itu, saya berencana membuat poster kesadaran yang menunjukkan bagaimana tindakan-tindakan ini berdampak pada sistem sungai. Tujuan saya adalah memberikan sesuatu kembali kepada masyarakat dengan meningkatkan kesadaran dan mendorong praktik lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.
Upaya Joost menggambarkan bagaimana UNS memfasilitasi tercapainya SDG 4 Pendidikan yang Berkualitas, SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
HUMAS UNS



















