Dorong Transformasi Sekolah di Karanganyar, Mahasiswa S2 UNS Latih Guru Kembangkan Media Pembelajaran Digital Interaktif

Dorong Transformasi Sekolah di Karanganyar, Mahasiswa S2 UNS Latih Guru Kembangkan Media Pembelajaran Digital Interaktif

Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan UNS, Taufik Hidayat, melatih guru SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar di Pelatihan SIGMA. Kegiatan pada 8 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif untuk adaptasi terhadap kebutuhan peserta didik era digital.

UNS — Taufik Hidayat, S.Pd., Mahasiswa Program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sekaligus Awardee LPDP 2024, menjadi pemateri dalam kegiatan Sinergi Guru Bermakna (SIGMA) yang diselenggarakan oleh Kelurahan LPDP UNS di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, Taufik membawakan pelatihan bertajuk “Pemanfaatan dan Pengembangan Media Pembelajaran Digital Interaktif bagi Guru SMA” yang diikuti oleh guru-guru SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan serta mengembangkan media pembelajaran digital yang relevan dengan karakteristik peserta didik saat ini.

Perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda memperoleh informasi, berkomunikasi, dan belajar. Peserta didik kini tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan perangkat digital sehingga memiliki ekspektasi yang berbeda terhadap pengalaman belajar di sekolah. Di sisi lain, berbagai praktik pembelajaran masih bertumpu pada penyampaian materi secara satu arah dengan tingkat interaktivitas yang terbatas. Menurut Taufik, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih adaptif.

“Tantangannya bukan sekadar menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa,” ujarnya kepada uns.ac.id, Kamis (4/6/2026).

Dalam sesi pelatihan, peserta diajak mendiskusikan berbagai persoalan yang kerap muncul dalam pembelajaran digital, mulai dari penggunaan media yang masih bersifat pasif, keterbatasan interaksi antara guru dan siswa, hingga pemilihan platform yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bersama mengenai praktik pembelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah.

Taufik kemudian memperkenalkan berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, di antaranya Canva, Google Slides, Google Classroom, Moodle, Kahoot!, Wayground, Mentimeter, ClassDojo, dan lain-lain. Peserta memperoleh gambaran mengenai fungsi masing-masing platform beserta contoh penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar.

Salah satu materi yang mendapatkan perhatian peserta adalah pemanfaatan Learning Management System (LMS) ClassDojo untuk mendukung pengelolaan kelas digital. Melalui ClassDojo, guru dapat mengorganisasi materi pembelajaran, mendistribusikan tugas, memantau perkembangan belajar siswa, serta membangun komunikasi yang efektif di luar jam tatap muka. Pemahaman tersebut menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan akan pembelajaran yang fleksibel dan terintegrasi.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan tingginya partisipasi peserta dalam sesi berbagi pengalaman. Para guru menyampaikan berbagai praktik baik yang telah dilakukan di kelas sekaligus tantangan yang mereka hadapi ketika mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Pertukaran pengalaman tersebut memperkaya pembahasan karena menghadirkan perspektif langsung dari praktik pendidikan di lapangan.

Program SIGMA merupakan salah satu bentuk kontribusi Kelurahan LPDP UNS dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan sekolah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang menjembatani perkembangan keilmuan di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di satuan pendidikan.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026) ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi antara mahasiswa, komunitas penerima beasiswa LPDP, dan sekolah menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Media digital pada dasarnya merupakan alat. Nilai utamanya terletak pada bagaimana guru merancang pengalaman belajar yang mampu melibatkan siswa secara aktif dan memberi makna terhadap proses belajar mereka,” tutup Taufik. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran digital bagi guru SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar?

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan serta mengembangkan media pembelajaran digital yang relevan dengan karakteristik peserta didik saat ini. Lihat di artikel

Platform digital apa saja yang diperkenalkan dalam pelatihan ini?

Beberapa platform digital yang diperkenalkan meliputi Canva, Google Slides, Google Classroom, Moodle, Kahoot!, Wayground, Mentimeter, dan ClassDojo. Lihat di artikel

Bagaimana peran ClassDojo dalam mendukung pengelolaan kelas digital?

Melalui ClassDojo, guru dapat mengorganisasi materi pembelajaran, mendistribusikan tugas, memantau perkembangan belajar siswa, serta membangun komunikasi yang efektif di luar jam tatap muka. Lihat di artikel

Apa makna utama dari media digital dalam proses belajar mengajar menurut Taufik Hidayat?

Media digital pada dasarnya adalah alat, nilai utamanya terletak pada bagaimana guru merancang pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara aktif dan memberi makna. Lihat di artikel