UNS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar lomba lukis caping bertajuk “Sidowayah Berkarya: Caping dalam Goresan Imajinasi”. Sebanyak 50 pelajar dari berbagai daerah di Klaten ikut serta dalam lomba.
Lomba melukis pada caping diinisiasi oleh 10 Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS. Mereka adalah Aditya Nur Fauzi, Akmal Taat Ismawan, Aulia Dian Pramestya, Aura Anggyta Diva Prasetya, Awallinda Djingga Mayrieka, Maria Luciana Paju, Sekar Rahmawati, Yoga Dwi Cahyanto, Zhohril Hakim, dan Putri Nabila. Kegiatan ini mendapat arahan dari Anung Bambang Studyanto, S.Sn., M.T., selaku dosen pembimbing lapangan. Kegiatan ini berlangsung di kawasan wisata Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten pada Sabtu (28/6/2025).
Peserta lomba dibagi menjadi dua kategori, yaitu SD dan SMP. Masing-masing kategori memperebutkan juara dengan total hadiah jutaan rupiah. Penilaian dilakukan oleh tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UNS. Mereka menilai karya caping berdasarkan proporsi bentuk, komposisi warna, dan kerapihan lukisan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas melalui media caping sebagai simbol budaya petani.



Ketua Pelaksana Kegiatan, Akmal Taat Ismawan, menyampaikan bahwa lomba ini bertujuan menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap budaya lokal. Ia dan rekan timnya mengajak peserta menghargai budaya melalui cara yang menyenangkan. “Caping bukan sekadar pelindung kepala, melainkan simbol kerja keras petani. Hari ini kami ubah menjadi kanvas hidup agar generasi muda tetap mencintai budaya lokal,” ujar Akmal kepada uns.ac.id, Senin (14/7/2025).
Para peserta mendapatkan satu caping baru, lima warna cat minyak, kuas, dan alas koran untuk berkarya. Beragam lukisan mereka tampilkan, mulai dari motif sawah, kesenian tradisional, hingga pemandangan Umbul Siblarak. Selama dua jam, suasana lokasi lomba dipenuhi semangat dan tawa para peserta yang antusias menuangkan imajinasi. Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui WhatsApp dan Google Form. Kuota 50 peserta tercapai dalam empat hari setelah dibuka. “Dalam empat hari, kuota sudah penuh. Ternyata antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan ada peserta yang masih belum mendapatkan kesempatan berpartisipasi,” kata Akmal.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan dokumentasi bersama peserta, tim KKN, serta tokoh setempat. Hadir dalam penutupan, Camat Polanharjo dan Kepala Desa Sidowayah. Mereka menyampaikan apresiasi atas upaya Mahasiswa Desain Interior UNS dalam mendekatkan seni dan budaya kepada generasi muda.
Humas UNS

















