Mahasiswa UNS Wakili Indonesia di Grand Final XCC 2025 di Filipina

Mahasiswa UNS Wakili Indonesia di Grand Final XCC 2025 di Filipina

UNS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam tim e-sport Little Pikaa berhasil menorehkan prestasi internasional. Mereka menjadi wakil Indonesia dalam ajang bergengsi Grand Final Infinix Campus Cup (XCC) 2025. Babak akhir ini digelar di Mall of Asia, Filipina. Kompetisi tersebut mempertemukan tim terbaik dari kampus-kampus se-Asia Tenggara.

Terdapat tiga Mahasiswa UNS dalam tim Little Pikaa. Muhammad Ilham Muttaqin, Mahasiswa Program Studi (Prodi) D-3 Teknik Informatika Sekolah Vokasi (SV) UNS, sebagai anggota tim e-sports Little Pikaa. Pratiwi Widyaningsih, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, sebagai Student Ambassador. Athalia Salsabilla Ediesty Fitria, Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis SV UNS, sebagai ofisial tim Little Pikaa.

Dalam kompetisi tersebut, Little Pikaa bersaing ketat melawan NU Bulldogs dari Filipina, USM Vendetta dari Malaysia, Team TDN dari Kamboja, dan Creepy Gang dari Myanmar. Berkat strategi matang dan kerja sama tim yang solid, mereka berhasil menyelesaikan kompetisi di posisi keempat. Capaian ini berhasil membuat mereka membawa pulang hadiah sebesar 2.500 USD dan 5.000 USD.

Pratiwi menuturkan ketatnya persaingan di tingkat Asia Tenggara. Tim dari Filipina dan Malaysia tampil sangat disiplin, sementara Little Pikaa tetap mampu memberikan perlawanan terbaik. Salah satu momen paling berkesan bagi tim adalah kemenangan penting atas Malaysia yang hampir mengantar mereka ke final.

“Momen paling berkesan tentu saat tim kami menang head-to-head melawan Malaysia itu jadi titik krusial yang hampir membawa kami ke grand final. Walaupun akhirnya kami berada di posisi ke-4, strategi tim kami tetap solid,” ungkap Pratiwi kepada uns.ac.id, Rabu (6/8/2025).

Sebelum berangkat ke Filipina, tim Little Pikaa mendapatkan kesempatan berlatih langsung dengan tim profesional ONIC Esports di fasilitas pelatihan ONIC Super Training Facility (STF). Dalam kunjungan tersebut, mereka menerima bimbingan dari pelatih ONIC MPL, Riyan Febriyanto. Pengalaman ini memberikan bekal penting bagi peningkatan mental dan strategi tim jelang grand final.

“Dari latihan dengan ONIC, mereka belajar pentingnya adaptasi cepat dan komunikasi yang efektif. ONIC memberi banyak masukan soal rotasi dan pengambilan objektif. Bahkan beberapa gaya permainan ONIC sempat kami terapkan dalam turnamen, dan berhasil mengejutkan lawan,” terang Pratiwi.

Meski akhirnya harus puas di posisi keempat, Pratiwi menegaskan bahwa strategi Little Pikaa dinilai sebagai salah satu yang terbaik. Ia menambahkan, beberapa taktik dari hasil latihan bersama ONIC berhasil diterapkan secara efektif dalam pertandingan. Hal ini menunjukkan kapasitas mereka yang mampu menyerap ilmu dari para profesional dan mengaplikasikannya dalam kompetisi nyata.

Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia juga mampu bersaing di level internasional dalam bidang e-sport. Little Pikaa menunjukkan bahwa potensi, semangat, dan kerja keras dapat membuka peluang besar. Tim berkomitmen untuk terus mengasah kemampuan dan menargetkan gelar juara di kompetisi mendatang.

Selain itu, keikutsertaan Mahasiswa UNS dalam kompetisi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem e-sport di lingkungan kampus. Tim Little Pikaa ingin menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengejar prestasi di bidang yang mereka tekuni. Mereka membuktikan bahwa e-sport bukan sekadar hobi, melainkan bidang strategis yang melibatkan kerja sama, analisis, dan dedikasi tinggi.

Pesan dari tim untuk mahasiswa lain yang tertarik dengan e-sport adalah agar berani mencoba dan mengambil peluang. Mereka mengajak mahasiswa untuk percaya diri, terus berlatih, dan membangun tim yang solid. Menurut mereka, kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi bisa diraih melalui usaha dan konsistensi.

“Jangan pernah meremehkan potensi kalian. E-sport bukan cuma soal permainan, tapi juga strategi, kerja tim, dan komitmen. Kalau kalian punya passion, latih terus dan cari wadah yang tepat. Kami bisa sampai ke sini karena berani ambil kesempatan dan kamu juga bisa,” pesan Pratiwi.

Melalui prestasi ini, Mahasiswa UNS tidak hanya mengharumkan nama kampus, tetapi juga Indonesia di kancah internasional. Grand Final XCC 2025 menjadi panggung penting yang membuktikan bahwa talenta e-sport Indonesia patut diperhitungkan di Asia Tenggara.
Humas UNS