Tim Pencak Silat UNS meraih 8 medali (2 emas, 3 perak, 3 perunggu) di 25th Belgian Open Pencak Silat Championship 2026, Belgia. Keberhasilan ini membuktikan kualitas pembinaan atlet UNS dan FKOR, serta mendukung target IKU universitas.
UNS — Tim Pencak Silat Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Pada ajang 25th Belgian Open Pencak Silat Championship tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Scooten, Belgia, pada tanggal 24–26 April 2026, tim UNS berhasil meraih total 8 medali, terdiri dari 2 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Tim UNS yang diperkuat oleh 8 atlet dan 1 official yang juga merangkap sebagai manajer ini tampil solid dan penuh semangat. Sebagian besar atlet yang bertanding merupakan Mahasiswa yang sebelumnya telah menunjukkan prestasi gemilang di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), sehingga membawa pengalaman kompetitif yang kuat ke tingkat internasional.
Wakil Dekan bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS, Dr. Rony Syaifullah, M.Pd. menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan atlet di lingkungan UNS, khususnya di FKOR, yang secara konsisten mendorong mahasiswanya untuk berprestasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Partisipasi Tim Pencak Silat UNS dalam kejuaraan ini juga sejalan dengan komitmen universitas dalam memenuhi target Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya dalam aspek peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat internasional.
“Dengan semangat tersebut, para atlet menjalani persiapan intensif selama kurang lebih satu bulan di lingkungan FKOR UNS. Program latihan difokuskan pada peningkatan teknik, strategi bertanding, kondisi fisik, serta kesiapan mental guna menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara,” terang Dr. Rony yang juga sebagai Pembina Ormawa Pencak Silat UNS, Minggu (3/5/2026).







Perjalanan menuju kejuaraan ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet dan tim pelatih. Melalui kolaborasi yang erat dengan FKOR UNS, dilakukan skema sharing pembiayaan untuk memastikan keberangkatan tim tetap dapat terlaksana.
Selain itu, dukungan dari berbagai pihak eksternal dalam bentuk sponsorship juga menjadi faktor krusial dalam menyukseskan partisipasi tim di ajang internasional ini. Sinergi antara universitas, fakultas, dan para sponsor menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pengembangan prestasi mahasiswa di bidang olahraga.
Selama kejuaraan berlangsung, para atlet UNS menunjukkan semangat juang tinggi, disiplin, serta sportivitas yang membanggakan. Setiap pertandingan dijalani dengan strategi matang supaya dapat memberikan hasil terbaik. Raihan medali yang diperoleh tidak hanya menjadi pencapaian individu atlet, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi institusi dan bangsa Indonesia.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNS lainnya untuk terus berprestasi dan berani bersaing di tingkat global. Selain itu, capaian ini juga semakin memperkuat posisi UNS sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif dalam mendorong pengembangan bakat dan potensi mahasiswa di berbagai bidang, termasuk olahraga pencak silat.
UNS mengucapkan selamat atas kemenangan yang dibawa pulang kembali ke Indonesia, mengharumkan nama kampus dan bangsa.
HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa medali yang diraih Tim Pencak Silat UNS di Belgian Open 2026?
Tim UNS berhasil meraih total 8 medali, terdiri dari 2 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu. Lihat di artikel
Kapan dan di mana 25th Belgian Open Pencak Silat Championship 2026 diselenggarakan?
Kejuaraan ini diselenggarakan di Kota Scooten, Belgia, pada tanggal 24–26 April 2026. Lihat di artikel
Siapa saja atlet yang meraih medali emas untuk Tim Pencak Silat UNS?
Ahmad Latif Fadlani meraih Juara 1 Kelas D Putra dan Fauziyah Alfiyanti Sholihah meraih Juara 1 Tunggal Bebas Putri. Lihat di artikel
Bagaimana persiapan Tim Pencak Silat UNS sebelum mengikuti kejuaraan?
Para atlet menjalani persiapan intensif selama kurang lebih satu bulan di lingkungan FKOR UNS, dengan fokus pada teknik, strategi, fisik, dan mental. Lihat di artikel

















