Prodi S-2 Arsitektur UNS Bekerja Sama dengan KBRI Panama Adakan Kuliah Umum

Prodi S-2 Arsitektur UNS Bekerja Sama dengan KBRI Panama Adakan Kuliah Umum

UNS — Program Studi (Prodi) S-2 Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Universidad de Panama dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Panama mengadakan kuliah umum dengan tajuk Lecturer Series. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa (25/5/2021), kepala Prodi S-2 Arsitektur UNS, Dr. Avi Marlina dihadirkan sebagai pemateri. Ia membawakan materi dengan judul Spatila Pattern of Surakarta Sunanate Palace.

Dalam materinya, Ia menjelaskan bahwa sebelum bergabung dengan Indonesia, Kesultanan Surakarta merupakan pecahan dari Kerajaan Mataram.
“Hal ini menyebabkan perubahan besar pada kehidupan para bangsawan dan pekerja atau abdi dalem. Para keluarga kerajaan berusaha memecahkan  masalah ekonomi yang melanda setelah pecahnya Kerajaan Mataram dengan caranya sendiri. Kampung Magersari yang terletak di Kelurahan Baluwarti merupakan pemukiman bangsawan dan keraton yang terletak di area benteng Keraton Kasunanan Surakarta. Saat ini terdapat dua penguasa di daerah ini, yaitu Kasunanan Surakarta sebagai lambang penguasa adat dan kantor desa sebagai representasi pemerintahan,” jelasnya.

Prodi S-2 Arsitektur UNS Bekerja Sama dengan KBRI Panama Adakan Kuliah Umum

Kampung Baluwarti dikelilingi oleh tiga lapisan benteng atau dinding yang menjulang tinggi dan kokoh.
“Dinding ketiga memiliki ketinggian enam meter dengan ketebalan dua meter yang berada di garis batas terluar Kampung Baluwarti. Kemudian, lapisan dinding kedua mengelilingi masing-masing tempat tinggal masyarakat dengan ketinggian dan ketebalan yang lebih kecil dibanding lapisan ketiga. Kemudian lapisan pertama mengelilingi pusat keraton atau yang dikenal dengan kedathon,” terangnya.

Pusat dari seluruh pusat yang ada di keraton terdapat Krobongan yang terletak di Prabasuyasa. Tempat ini dapat disebut sebagai pusat pengendali alam semesta dan pusat sebagai penjaga keseimbangan..
“Dualitas dapat ditemukan di kori dan pelataran yang terletak di sebelah Utara dan Selatan yang ditandai dengan nama yang sama, tetapi dibedakan menjadi Lor dan Kidul. Hal ini seperti Srimanganti, Kumandhungan, Brajanala, Sitinggil, Alun-alun, sementara pada masing-masing bagian, bagian Barat dan Timur terdapat satu pasang pohon beringin. Di alun-alun Utara diberi nama Jayandaru (pohon bagian Timur) dan Dewandaru (pohon bagian Barat),” jelasnya.

Struktur ruang kota tradisional memiliki tata ruang dengan konsep menggunakan benteng, gerbang, pembagian ruang dengan hierarki, dan juga  memiliki pusat kota.
“Keraton Kasunanan Surakarta merupakan cikal bakal dari Kota Surakarta. Struktur tata ruang kota tradisional Surakarta menyesuaikan masing-masing kepemimpinan raja,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti