
Tere Liye, begitu kerap penulis novel best seller itu disapa turut menyemarakkan kegiatan bertajuk “Arabic Fair UNS 2016” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Sastra Arab (QIS’AR) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (04/11/2016). Kurang lebih pukul 13.00 WIB, peserta mengerumuni meja presensi yang berada di halaman depan Auditorium UNS. Setelah selesai melakukan registrasi, peserta yang kebanyakan adalah perempuan itu akhirnya duduk di kursinya masing-masing.
Sekitar pukul 14.00 WIB, barulah Tere Liye memasuki ruangan auditorium UNS diiringi riuh tepuk tangan dari peserta talk show. Dengan tema “Bangun Mimpi! Berkarya dengan Sejuta Cerita”, Tere Liye memaparkan kisahnya menjadi seorang penulis.
“Saya mulai menulis sejak kelas 1 SD. Sudah mengirim naskah sejak SD, tapi baru waktu SMA berhasil dimuat di koran-koran lokal. Tulisan pertama itu tentang iklan yang dimuat di Lampung Post,” ujar Tere Liye menceritakan perjalanan menulisnya dulu.
Tere Liye menambahkan, menulis itu adalah hobi. Hobi adalah pekerjaan yang tidak dilakukan dengan terpaksa atau dipaksa. Kita dapat melakukannya dengan senang hati, ungkap pria yang berprofesi sebagai akuntan ini. Sehingga menjadi seorang penulis bukanlah sebuah beban.
Menurut Tere Liye, ada dua kunci utama untuk dapat menjadi penulis handal. Pertama adalah berlatih dan yang kedua adalah tahan banting. “Kuncinya adalah berlatih,” ujar Tere Liye di Auditorium UNS. Ia kemudian mengibaratkan ada nampan dengan tiga jenis sayuran. Jika nampan itu diberikan ke bapak, maka hanya akan ada maksimal lima jenis masakan yang berhasil dihidangkan. Beda halnya jika sayuran itu diberikan kepada ibu. Ibu akan dengan mudah menjadikannya hingga dua belas jenis masakan yang berbeda. “Latihan itu prinsip utama. Memasak itu jadi pandai karena terlatih. Semakin terlatih semakin spesial juga tulisan yang kita buat,”ujar penulis yang sudah menerbitkan 26 novel ini.
Bereksperimen
Berbicara tentang novel terbarunya yang berjudul Tentang Kamu, Tere Liye mengisahkan novel yang diluncurkan sejak tanggal 27 Oktober lalu merupakan karya eksperimen terbarunya. “Ada empat genre novel yang sudah saya tulis yaitu novel roman, anak-keluarga, fantasi dan ekonomi-politik. Tapi novel Tentang Kamu ini bukan salah satu dari genre tersebut,” terang Tere Liye. Menurut Tere, Tentang Kamu bukan novel roman melainkan sebuah novel biografi yang menceritakan sosok Sri Ningsih.
Pada novel terbarunya ini, Tere Liye mengaku melakukan beberapa eksperimen. Pertama, tutur Tere Liye, ia menggunakan quote-quote lama. Kedua adalah bahasa dialek yang digunakan pada novel Tentang Kamu menggunakan bahasa setempat. Sedangkan eksperimennya yang ketiga adalah di novel ini ia benar-benar menggunakan setting luar negeri sebagai pondasi cerita. “Biasanya di novel-novel sebelumnya, setting luar negeri itu hanya sebagai seliweran saja, bukan setting pondasinya. Seperti contohnya di novel Rindu, tempat-tempat di luar negeri itu hanya sebagai tempat lewat,” jelas Tere. Keempat, novel Tentang Kamu memiliki versi bahasa lain yaitu bahasa Inggris.
Di akhir sesi talk show Arabic Fair UNS 2016, Tere Liye memperkenankan peserta untuk melakukan book signing. Ada berpuluh-puluh buku serta lembaran kertas yang harus ditandatanganinya.[](afifah.red.uns.ac.id)

















