FK UNS Lantik 118 Dokter Baru pada Periode ke-232

FK UNS Lantik 118 Dokter Baru pada Periode ke-232

UNS Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali melahirkan tenaga medis profesional. Sebanyak 118 dokter baru secara resmi dilantik dan diambil sumpahnya pada Rabu (27/8/2025) dalam upacara yang diselenggarakan di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter ini merupakan bagian dari prosesi akademik yang menandai selesainya rangkaian pendidikan profesi kedokteran bagi para peserta didik.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FK UNS, Prof. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa para peserta telah melalui proses Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) pada bulan Mei 2025, yang meliputi Computer-Based Test (CBT) pada 18 Mei dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada 24 Mei.

“UKMPPD periode Mei 2025 diikuti oleh 124 peserta, dengan jumlah peserta lulus sebanyak 118 orang (95%). Tingkat kelulusan first taker tercatat sangat tinggi, yakni sebanyak 115 orang atau 97% dari total peserta,” jelas Prof. Eti.

Tak hanya berhasil lulus, para dokter baru ini juga menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Sebanyak 44 orang di antaranya lulus dengan predikat Cumlaude atau Dengan Pujian. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,73, dengan lama studi rata-rata 2 tahun 4 bulan untuk program profesi dokter. IPK tertinggi pada pelantikan kali ini diraih oleh dr. Sephendra Lutfi, dengan IPK 3,85.

Dengan dilantiknya dokter periode ke-232 ini, maka sejak berdirinya FK UNS pada tahun 1976 hingga saat ini, telah meluluskan total 7.426 dokter. Lulusan FK UNS telah tersebar di seluruh Indonesia dan berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, penelitian, hingga bertugas sebagai tenaga medis di instansi pemerintah, swasta, serta TNI/Polri.

Dalam sambutannya, Dekan FK UNS, Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K)., menyampaikan pesan khusus kepada para dokter baru agar selalu menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap langkah pengabdian di dunia medis.

Beliau menegaskan bahwa profesionalisme bukan sekadar tuntutan etika, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan pasien dan masyarakat. Profesionalisme, menurutnya, mencakup empat pilar utama yaitu pertama kompetensi. Para dokter dituntut untuk senantiasa mengasah ilmu dan keterampilan medisnya. Kemampuan klinis yang terus diperbarui sesuai perkembangan ilmu kedokteran menjadi dasar utama dalam memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.

Kedua tanggung jawab, dokter harus memiliki tanggung jawab penuh atas keputusan medis yang diambil. Setiap tindakan harus dilakukan secara cermat, etis, dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan pasien.

Ketiga integritas. Kejujuran, etika, dan konsistensi dalam bertindak adalah nilai yang tak terpisahkan dari profesi kedokteran. Dokter tidak hanya bekerja dengan ilmu, tetapi juga dengan hati nurani dan komitmen moral yang kuat.

Keempat, jejaring dan kolaborasi (networking). Dunia kesehatan bersifat multidisiplin. Oleh karena itu, membangun jejaring profesional yang kuat dan mampu bekerja sama lintas profesi sangat penting untuk mendukung praktik kedokteran yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Saya berharap para dokter baru FK UNS menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul secara etika dan sosial. Jadilah dokter yang adaptif, kolaboratif, dan terus belajar, karena dunia medis terus berkembang,” pesan Prof. Reviono. HUMAS UNS