UNS – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pendampingan dan pelatihan terhadap kemampuan biomotorik atlet sitting volley ball. Kegiatan tersebut telah dilangsungkan secara intens sejak bulan Maret hingga berakhir pada bulan Agustus lalu di Kampus FKOR UNS, Manahan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini digelar sebagai bentuk perhatian FKOR UNS terhadap persoalan praktik penggabungan hasil perkembangan Iptek dan hasil penelitian para akademisi olahraga pada proses latihan atlet yang ternyata masih menemui kendala. Selain itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat FKOR UNS juga melihat para praktisi di lapangan masih sulit menerima hasil-hasil penelitian para akademisi untuk diterapkan pada proses latihan secara terpisah, karena sering dianggap mengganggu proses latihan para atlet.
Dengan diketuai Dr. Deddy Whinata Kardiyanto dan beranggotakan Dra. Ismaryati, Tri Winarti Rahayu, M.Or., Waluyo, M.Or., Hendrig Joko Prasetyo, M.Or., Fajar Ekawati, Ph.D., Slamet Widodo, M.Or., Drs. Bambang Wijanarko, dan Pomo Warih Adi, M.Or., mereka memfokuskan pendampingan pada penerapan hasil penelitian untuk pemecahan masalah dengan menerapkan ilmu kepelatihan olahraga.
“Metode tindakan digunakan untuk mengetahui penerapan berbagai aspek performa fisik sehubungan dengan latihan setelah merefleksikan dalam beberapa episode pelatihan melalui program latihan yang disusun oleh pelatih,” terang Dr. Deddy Whinata, Senin (7/9/2020).
Ia mengatakan ilmu kepelatihan olahraga yang diterapkan meliputi kondisi fisik, psikologi, dan biomekanika. Dengan penerapan ini, ia meyakini akan ada perubahan peningkatan prestasi atlet sebagai hasil tindakan penerapan Iptek dalam program latihan pada Cabang olahraga (Cabor) bagi atlet di National Paralympic Committte (NPC) Indonesia.
Selama menjalankan pelatihan dan pendampingan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat FKOR UNS turut menggandeng NPC sebagai mitra. Dr. Deddy Whinata menerangkan kegiatan ini dapat memberikan kesempatan kepada para akademisi dan pelatih untuk bersinergi melakukan pengabdian dengan mengadopsi pendekatan tindakan secara kolaboratif.
Target yang diusung dalam kegiatan ini ditujukan bagi terbentuknya kondisi dan kemampuan biomotorik atlet NPC Indonesia yang optimal saat menghadapi multi event atau single event internasional.
Dr. Deddy Whinata menambahkan porsi pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada para atlet dilakukan selama 5 kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu.
“Kami juga memonitor dan juga pendampingan dilakukan setiap minggunya. Waktu pendampingan dilakukan sebelum latihan, saat latihan, dan juga setelah latihan dalam 5 bulan tersebut dan diamati oleh kolabolator, pelatih, dan juga atlet paralimpik dalam melaksanakan program pendampingan. Subjek yang digunakan dalam pendampingan program Pelatnas yang dipusatkan di Solo berjumlah 11 orang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Deddy Whinata menerangkan tahapan dari pelatihan dan pendampingan yang diberikan. Diantaranya, perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observation), dan umpan balik (feedback).
Meski sempat terkendala akibat pandemi Covid-19, Tim Pengabdian kepada Masyarakat FKOR UNS telah bergerak cepat dengan merubah pola dan porsi latihan bagi para atlet. Caranya, dengan memberikan materi pelatihan secara daring.
Selama menjalankan latihan di rumah, para atlet diminta melakukan program individu dan latihan bersama-sama secara daring. Selain itu, mereka juga diminta melakukan latihan rutin yang terkontrol dengan diawasi oleh tim pendamping. Humas UNS
Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti


















