Fakultas Teknik UNS memperkuat kerja sama internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Selasa (4/8/2026) melalui program pengabdian masyarakat. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kinerja mesin insinerator di Bank Sampah Tawangmangu, optimalisasi pembakaran, pengendalian emisi, dan pelatihan efisiensi operasional.
UNS — Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali memperkuat kerja sama internasional melalui International Community Service Program bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Pengabdian kepada Masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Program menghadirkan Prof. Ir. Dr. Abu Bakar Sulong dari Pusat Pengurusan Penyelidikan dan Instrumentasi (CRIM) UKM. Tim pengabdian FT UNS dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T., IPU Program Studi Teknik Mesin bersama Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU dari Program Studi Teknik Industri dan Ir. Feri Adriyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D., IPU, ASEAN Eng dari Program Studi Teknik Elektro.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan evaluasi performa mesin insinerator, optimalisasi proses pembakaran, serta pendampingan pengendalian emisi. Mitra juga memperoleh pelatihan mengenai pengoperasian mesin yang lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, FT dan UKM bermitra dengan Bank Sampah Tawangmangu.
Penggerak Bank Sampah Tawangmangu, Sudarmadi, S.P., menjelaskan bahwa kapasitas mesin insinerator yang dimiliki belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pasokan sampah.
“Rata-rata produksi sampah per kepala keluarga di wilayah RW 09 sekitar 3 kilogram, sedangkan kapasitas pembakaran tungku dapat mencapai 1 hingga 1,5 ton. Mesin ini hanya beroperasi dua kali dalam sepekan, sehingga bank sampah yang kami kelola masih mengalami kekurangan pasokan sampah untuk dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.


Melalui pendampingan ini, tim FT UNS dan UKM berupaya meningkatkan efisiensi operasional mesin sekaligus menekan dampak emisi sehingga teknologi insinerator dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam mendukung pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Prof. Ir. Dr. Abu Bakar Sulong mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara UKM dan FT UNS dalam kegiatan pengabdian tersebut.
“Kami melihat FT UNS memiliki komitmen yang kuat dalam menghubungkan riset dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghasilkan solusi teknologi yang lebih inovatif dan bermanfaat,” ungkap Abu Bakar seperti dikutip dari ft.uns.ac.id, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian FT UNS, Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T., IPU, berharap kerja sama dengan mitra dapat terus berlanjut sehingga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan terjalin kerja sama yang baik antara Bank Sampah di Tawangmangu dengan UNS sebagai mitra. Harapannya, kolaborasi ini dapat menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau tanpa mengurangi mutu sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya berfokus pada pengembangan riset, tetapi juga menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi pengelolaan sampah yang inovatif dan aplikatif. Selain itu, program ini berkontribusi terhadap SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Program ini juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi internasional antara FT UNS dan UKM dalam bidang penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Bagaimana Fakultas Teknik UNS memperkuat kerja sama internasional?
Fakultas Teknik UNS memperkuat kerja sama internasional melalui International Community Service Program bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Lihat di artikel
Apa fokus utama pengabdian masyarakat antara FT UNS dan UKM?
Kegiatan ini berfokus pada evaluasi performa mesin insinerator, optimalisasi proses pembakaran, dan pendampingan pengendalian emisi untuk Bank Sampah Tawangmangu. Lihat di artikel
Apa kendala yang dihadapi Bank Sampah Tawangmangu terkait mesin insinerator?
Bank Sampah Tawangmangu mengalami kekurangan pasokan sampah untuk mengoptimalkan kapasitas mesin insinerator yang hanya beroperasi dua kali seminggu.
Bagaimana kolaborasi ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)?
Program ini mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Lihat di artikel

















