Hadapi Dunia Digital, Himaster UNS Ajak Kaum Muda Kembangkan Kreativitas

UNS – Kreativitas manusia terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, salah satu contohnya tampak pada bidang industri digital. Himpunan Mahasiswa Informatika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan seminar nasional yang bertema “Beyond Creativity Through The Era of Digital Industry”. Acara ini bertempat di Aula Gedung F Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS pada hari Minggu (18/11/2018).

Sebagai salah satu rangkaian acara Pekan Informasi dan Teknologi (PING) 2018, seminar ini  menghadirkan para pembicara profesional yang ahli dalam bidang industri digital, yaitu Hari Santosa Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Leontinus Alpha Edison selaku Co-Founder Tokopedia, dan Eka Gustiwana selaku Produser Musik. Seminar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Informatika UNS (Himaster) ini dibuka oleh Sugiyarto, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, dan dimoderatori oleh Alif Aubertsyah, Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS 2018.

Deputi Infrastruktur Bekraf sebagai pembicara pertama seminar ini menyampaikan bahwa semua problem di masyarakat adalah peluang untuk berpikir dan bertindak positif. Slogan yang disampaikannya, yaitu be positive, be creative, dan be innovative. Selanjutnya, Hari Santosa Sungkari mengingatkan agar masyarakat yang ingin menjadi entrepreneurship untuk senantiasa mengangkat dan mengenalkan kearifan lokal, serta setelah menghasilkan produk tidak lupa untuk membuat hak ciptanya.

“Ketika kita berhenti berinovasi, maka kita akan mati. Ketika kita mengikuti orang lain secara persis, maka kita juga tidak akan lebih dari orang itu. Jadi, kuncinya adalah jangan pernah berhenti berimajinasi untuk menciptakan hal-hal baru yang belum ada. Misalnya, teman-teman di sini ada yang suka dengan programming, tentu tahu aplikasi-aplikasi bermanfaat apa saja yang sudah dibuat orang, coba berpikir kritis untuk menciptakan hal-hal baru,” pesan Eka Gustiwana selaku produser musik nan milenial.

Selanjutnya, Co-Founder Tokopedia menjelaskan bahwa untuk memulai suatu usaha, seseorang dapat memulainya dengan merasakan hal yang mengganggu di sekitarnya, yaitu masalah-masalah yang dirasakan orang banyak. Ide untuk memulai usaha bisa datang kapan dan di mana saja. Apabila ide untuk memecahkan permasalah tersebut telah ditemukan, maka lakukan langkah atau eksekusikan ide tersebut. Setelah mencapai kesuksesan, jangan cepat puas dengan hasil fantastis yang didapatkan, tetapi terus lakukan inovasi dan terus berpikir apa selanjutnya. humas.red-uns/Zul/Isn

By | 2018-11-27T15:45:33+07:00 22 November 2018|Categories: Berita Terkini|