UNS — Masih dalam suasana peringatan hari raya Idulfitri 1442 Hijriah, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Halalbihalal pada Selasa (18/5/2021). Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya kali ini berlangsung secara luring dan daring. Secara Luring acara dilaksanakan di Ruang Aula Gedung C FMIPA UNS dan dihadiri secara langsung oleh pimpinan FMIPA. Sementara secara daring, kegiatan berlangsung melalui Zoom Cloud Meeting serta turut hadir Pimpinan UNS, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni.
Silaturahmi Tahunan kali ini mengangkat tema “Dengan Spirit Ramadan dan Idulfitri Sucikan Hati, Kuatkan Silaturahmi Menuju Insan Profesional Mendukung UNS PTNBH Kelas Dunia”. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Tema Rizan Mumtaza, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Informatika angkatan 2018 sekaligus Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNS, menjadi awal dimulainya acara.
Ketua Keluarga Alumni FMIPA UNS, Imam Bustomi S.Si., M.M., dalam sambutannya menekankan kebermanfaatan bagi orang lain. Imam Bustomi juga menjelaskan pentingnya bersyukur, berbagi, memaafkan dan mendoakan yang menjadikan hidup menjadi lapang.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Drs. Harjana, M.Si, M.Sc., Ph.D selaku Dekan FMIPA UNS. Dalam sambutannya Harjana mengajak hadirin untuk menyambut masa depan dengan lebih optimis.
“Marilah kumpulkan niat baik dan bekerja secara ikhlas dan mari bersihkan hati. Kita sambut masa depan lebih semangat dan optimis untuk memajukan kampus yang kita cintai, FMIPA dan UNS pada umumnya,” ajak Harjana.
Turut hadir Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. selaku Rektor UNS yang dalam sambutannya mengatakan bahwa spirit bulan Ramadan telah mengajarkan pentingnya mendisiplinkan waktu. Prof. Jamal pun turut mengajak hadirin untuk tetap mendisiplinkan waktu guna terus memajukan UNS kedepannya.
“Oleh karena itu, mari bersama dengan Idulfitri ini kita bisa mendisiplinkan waktu untuk kita semuanya,” ajak Prof. Jamal.

Memasuki acara inti, tausiah disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Jon Pamil, M.A. dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam inti tausiahnya disampaikan mengenai pentingnya menjadi hamba yang bersyukur dengan tiga hal sekaligus. Hal tersebut meliputi bersyukur dengan hati, lisan, dan memanfaatkan nikmat yang telah diberikan sesuai kehendak-Nya. Syukur yang sebenarnya adalah syukur yang memenuhi tiga syarat tersebut.
Terkait dengan Ramadan sebagai penyucian jiwa, Ustaz Jon Pamil menyampaikan bahwa salah satu yang bisa mencegah potensi maksiat adalah dengan berpuasa. Puasa adalah benteng bagi jiwa. Perlu diketahui bahwa potensi maksiat selalu dihadapi oleh manusia, baik di rumah, di kantor, di kamar, dan sebagainya. Potensi tersebut dapat datang melalui mata, telinga, kaki, tangan, dan anggota badan yang lain.
“Jika selama satu bulan penuh hati manusia dibentengi dari potensi melakukan maksiat, maka jiwa manusia menjadi bersih. Jiwa atau hati yang bersih akan menghasilkan amal yang ikhlas. Amal yang ikhlas akan mengantarkan kepada sikap ihsan” jelas Ustaz Pamil.
Sikap ihsan ini akan membuat seseorang dalam beribadah maupun bekerja dengan sungguh-sungguh dan lebih baik. Hal ini dikarenakan semua amal merasa diawasi dan disaksikan oleh Allah SWT. Sikap ihsan ini akan mengantarkan pada sikap itqan (profesional). Apapun pekerjaan yang kita lakukan harus dikerjakan secara profesional karena profesionalitas adalah spirit yang luar biasa. Humas UNS
Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti
















