UNS – Keluarga Diploma III Teknik Kimia (Kadika) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar dengan tema `Bangkitnya Tren Olahraga dan Pola Hidup Sehat di Tengah Pandemi Covid-19, Apakah Berisiko?` pada Sabtu (29/8/2020). Acara ini diadakan melalui aplikasi Google Meet yang diikuti lebih dari 50 peserta.
Webinar ini menghadirkan 2 pembicara utama yakni Abdul Azizi Purnomo Shidiq, M.Pd selaku Dosen Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS dan Narendra Rangga Reswara yang merupakan mahasiswa berprestasi Fakultas Kedokteran (FK) UNS 2018. Pada pemaparan materi awal, Abdul menjelaskan pada audiens bahwa olahraga di saat pandemi Covid-19 tetap dapat dilakukan asalkan memenuhi protokol kesehatan.
“Olahraga di saat pandemi tetap dapat dilakukan asal memenuhi syarat-syarat dan protokol Covid-19, seperti memakai masker, tidak berolahraga di tempat ramai, mencuci tangan sebelum olahraga serta dapat dengan virtual run,” jelas Abdul.
Selain itu, Abdul juga membuka tanya jawab interaktif. Terdapat beberapa pertanyaan yang masuk seperti penanya pertama yang menanyakan mengenai olahraga di ruang tertutup, seperti di spot center ketika pandemi saat ini. Abdul menjelaskan bahwa harus ada protokol kesehatan dan tidak mengizinkan yang sakit untuk masuk, namun menurut Abdul, tempat berolahraga yang paling baik saat ini adalah di rumah.
Terdapat pula pertanyaan mengenai penggunaan masker ketika olahraga, apakah hal tersebut berbahaya atau tidak. Abdul pun menjelaskan bahwa ketika memakai masker sebaiknya berolahraga dengan intensitas rendah hingga sedang.
“Dalam kasus itu, berolahraga dengan intensitas tinggi memerlukan supply oksigen yang banyak, sehingga ketika memakai masker lebih baik melakukan olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang,” jawab Abdul.
Selanjutnya, pemaparan materi disampaikan oleh Naren. Ia menjelaskan mengenai new normal better habits yang dapat dilakukan dengan empat cara. Empat cara tersebut adalah lakukan dengan sedikit demi sedikit, awali dengan bujukan, paksa diri sendiri, dan menyadari kekuatan dari sebuah kebiasaan.
“Start small yakni kita tidak dibentuk oleh satu dua hal besar yang dilakukan. Tapi dilahirkan oleh akumulasi jutaan bahkan miliaran hal kecil yang telah dilakukan. Start with temptations, maksudnya adalah kenapa kita berstigma bahwa godaan adalah sesuatu yang negatif? Bukannya kita bisa membuat diri ini tergoda untuk melakukan hal positif? Lalu force yourself itu tidak selalu buruk. Terpaksa bisa menjadi biasa. Biasa akan menempel dalam pikiran, yang kelak akan mencerminkan karakter kita. Lantas, power of habits itu pada awalnya kamu harus memaksa tubuhmu melakukan sesuatu,” ujar Naren.
Selanjutnya, memasuki sesi tanya jawab dari pembicara kedua, terdapat pertanyaan mengenai cara untuk dapat konsisten melakukan sesuatu. Naren menjawab dengan melakukan hal-hal kecil namun konsisten.
“Lebih baik melakukan hal-hal kecil tapi terus menerus daripada melakukan hal besar tapi cuma sekali, seperti olahraga, kalau kita belum bisa olahraga, maksimal kita bisa menonton dulu manfaat dari olahraga terlebih dahulu, paksa dirimu untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan,” jawab Naren.
Dari webinar yang telah berlangsung dapat disimpulkan bahwa tren olahraga memiliki sisi positif dan negatif namun olahraga masih diperbolehkan untuk dilakukan dengan catatan memenuhi protokol kesehatan. Kemudian pola hidup sehat dapat dilakukan dimulai dari hal-hal kecil yang mampu untuk dilakukan. Humas UNS
Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti
















