UNS — Mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kelompok 200 melakukan pendampingan proses budidaya, produksi, dan pemasaran produk olahan lidah buaya kepada anggota Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rezeki Barokah yang terletak di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten.
Menurut salah satu anggota KKN UNS kelompok 200, Adha Nisfatulsanah, dalam perjalanan merintis UMKM Rezeki Barokah terdapat kendala dalam proses pengairan, proses produksi yang belum maksimal, dan pemasaran produk yang belum meluas. Hal tersebut mendorong tim KKN kelompok 200 periode Juli-Agustus untuk melakukan pendampingan terhadap UMKM mulai dari budidaya hingga proses pemasaran. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama dua pekan pada Minggu-Minggu (15-29/8/2021).
Tim KKN UNS 200 menemukan kendala yang dihadapi oleh petani lidah buaya berupa sistem pengairan yang masih manual.
“Masyarakat merasa kesulitan karena harus menimba air dari sumur dan menyirami tanaman satu per satu. Hal ini membuat kami berpikir sistem pengairan apa yang cocok untuk diterapkan dan dapat membantu masyarakat dalam perawatannya,” ucap Annisa Rohanifah, salah seorang anggota KKN UNS.
Tanaman lidah buaya tidak boleh disiram dengan air yang terkontaminasi pestisida, sehingga harus menggunakan air tanah yang bersumber dari sumur. Hal tersebut yang mendorong mereka membuat saluran irigasi dengan sistem drip sederhana.
“Dalam sistem pengairan drip sederhana yang kami terapkan ini, kami menggunakan air sumur yang sudah ditampung pada drum penampungan. Ketika kran pada drum sudah dibuka, air yang ada di dalam drum selanjutnya disalurkan melalui pipa-pipa yang sudah dilubangi sehingga dapat menyirami tanaman lidah buaya. Dengan adanya sistem pengairan drip sederhana ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dan tentunya meringankan masyarakat dalam merawat tanaman lidah buaya,” kata Annisa.

Selain itu, tim KKN kelompok 200 juga melakukan kegiatan pelatihan produksi berbahan lidah buaya berupa dodol dan nata de aloe bersama dengan UMKM Rezeki Barokah. Kegiatan pelatihan produksi ini dilakukan pada Minggu (22/8/2021). Hal ini diungkapkan oleh Annisa Rohanifah.
“Selain membuat sistem pengairan drip sederhana, kami juga melakukan pelatihan produksi pada hari Minggu. Sebelum kegiatan berlangsung, kami juga memberikan beberapa informasi kepada seluruh anggota UMKM berkaitan dengan bagaimana mengemas produk yang baik. Kami juga membantu menyampaikan ide untuk label kemasan setiap produknya,” terang Annisa.
Tim KKN UNS 200 juga mengadakan pelatihan foto produk, serta teknik pemasaran secara daring kepada anggota UMKM Rezeki Barokah. Pelatihan ini bertujuan melatih pelaku UMKM Rezeki Barokah agar mampu mengambil foto produk yang dapat menarik minat beli masyarakat luar. Hal ini dikarenakan foto produk yang estetik merupakan salah satu kunci menarik perhatian pembeli dan meningkatkan penjualan. Kegiatan edukasi digital marketing yang dilakukan tim KKN UNS 200 berfokus pada media sosial Instagram, Facebook, Telegram, Whatsapp, dan Shopee.
Pelatihan pemasaran yang dilakukan meliputi langkah-langkah pembuatan akun Shopee dan Instagram. Pelatihan pemasaran melalui aplikasi Shopee meliputi pembuatan toko daring, mengunggah produk, memproses pesanan, dan langkah-langkah mentransfer penghasilan ke rekening pribadi. Saat ini UMKM Rezeki Barokah sudah memiliki toko daring di Shopee dan memulai pemasarannya secara luas. Humas UNS
Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

















