Kolaborasi antara Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan serangkaian kegiatan bersama yaitu International Conference dan Workshop Mobil Listrik. UNS melalui Fakultas Teknik bekerja sama dengan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB beserta konsorsium Mobil Listrik Nasional(MOLINA) menyelenggarakan International Conference 3rd ICEVT (International Conference in ElectricalVehicular Technology) dan 1stIMEC-E (Industrial, Mechanical, Electrical and Chemical Engineering).
Sementara itu, Materials Research Society of Indonesia (Himpunan Riset Material Indonesia), Indonesian Pure and Appllied Physics (IPAP) and Indonesian Vacuum Society (IVS) dalam kesempatan ini dikoordinasi dari UNS dan ITB menyelenggarakan The 6th NNS (Nanoscience and Nanotechnology Symposium). Semua kegiatan tersebut dikemas dalam konferensi Internasional bertajuk “Joint International Conference ICEVT-IMECE and NNS 2015”. Selama konferensi, berlangsung juga “Workshop Mobil Listrik Internasional Tahun 2015 bagi Dosen Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti). Ketiga acara ini berlangsung di The Hotel Sunan, Solo pada tanggal 4-5 November 2015.
ICEVT adalah konferensi tahunan yang diadakan MOLINA sebagai pusat kajian ilmiah tentang Mobil Listrik yang merupakan langkah utama merealisasikan Mobil Listrik Nasional. Berbeda dengan ICEVT yang sudah berjalan pada tahun ketiga, IMEC-E merupakan konferensi international pertama yang diinisiasi Fakultas Teknik UNS bidang keilmuan Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Kimia. IMEC-E menjadi sebuah langkah yang dilakukan oleh Fakultas Teknik UNS sebagai peningkatan kualitas dari perkembangan teknologi dan juga menjadikan konferensi ini sebagai pusat kajian ilmiah tentang ilmu keteknikan. Ke depannya, diharapkan IMECE mampu menjadi agenda tahunan. Begitu pun juga dengan NNS (Nanoscience and Nanotechnology Symposium) merupakan konferensi tahunan Materials Research Society of Indonesia (Himpunan Riset Material Indonesia), Indonesian Pure and Appllied Physics (IPAP) dan Indonesian Vacuum Society (IVS)sebagai pusat kajian ilmiah tentang perkembangan teknologi dan keilmuan material nano. Pada tahun ini pun, NNS sudah berjalan pada tahun keenam.

Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti mewakili Menteri Ristek Dikti memberikan sambutan sekaligus membuka acara Joint International Conference ICEVT-IMEC-E and NNS 2015 pada hari pertama. Hadir sebagai pembicara utama, Jumain Appe, Dirjen Penguatan Inovasi, Kemenristek Dikti yang membawakan materi dengan judul Policies For Commercialization Of Technology From Universities and R& D Centre. Benno Rahardyan dari Institute for Innovation and Entrepreneurship Development, ITB menyampaikan materi Accelerating Technology Commercialisation Program for the results of R & D in ITB. Amran Md.Rasli, Director of UTM Innovation and Commercialisation Centre, Universitas Teknologi Malaysia juga turut menjadi pembicara dengan materi Reinventing Innovation And Commercialization Policy in UTM. Luaran yang diharapkan dari seminar hari pertama adalah strategi dan kebijakan komersialisasi yang tepat bagi hasil pengembangan teknologi dari perguruan tinggi.
Pada hari kedua, Kikuo Okuyama, guru besar dari Department of Chemical Engineering Graduate School of Hiroshima University, Japang didaulat sebagai pembicara, membawakan materi Nanoparticles Dispersion and Nanostructurization for Energy and Environmental Applications. Selain itu, Mikrajudin Abdullah, guru besar dari ITB menyampaikan materi Upscaled Reactor for Organic Pollutant Decomposition using Titanium Dioxide Nanoparticles Under Solar Illumination. Bersama dengan Okuyama dan Mikrajudin, Reddy dari NUS, Singapura didaulat menjadi pembicara dengan materi Recent Advances on Nanotechnology in the Area of Energy Storage. Sebagai luaran dari seminar hari kedua adalah semakin berkembangnya penelitian-penelitian nanoteknologi yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Wahyudi Sutopo, ketua panitia konferensi berharap dengan diadakannya kegiatan konferensi ini mampu menjadi wadah pertemuan ilmiah antara pemerintah, masyarakat dan akademisi. Selanjutnya melalui konferensi ini, dapat memberikan manfaat pada perkembangan zaman untuk menghadapi era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean secara berkelanjutan.[](red.uns.ac.id)

















