UNS – Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Seminar Nasional Festival of Agri-Science and Technology (FAST) 2024 dengan tema “Peningkatan Inovasi Terhadap Relevansi Pertanian Era Revolusi Industri 4.0”. Seminar yang digelar di Gedung LPPM ini bertujuan untuk membahas pentingnya inovasi dalam sektor pertanian ditengah perkembangan teknologi digital yang pesat.
Seminar Nasional FAST 24 ini diikuti oleh 150 peserta baik dari internal UNS maupun eksternal UNS. Seminar FAST 2024 menghadirkan 3 narasumber yang berkompeten di bidang pertanian yaitu Ir. Eko Nugroho Isbandiharso, M.Si. selaku Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispartan KPP) Kota Surakarta sebagai keynote speaker, Dr. rer. Agr. Evi Irawan, S.P., M.Sc. sebagai pembicara pertama, dan Khanif Irsyad Fahmi, S.P. sebagai pembicara kedua. Ketiga narasumber di atas membahas berbagai topik yang berkaitan dengan penerapan inovasi teknologi pertanian.
Dekan FP UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng., Apec Eng. juga hadir dalam kegiatan Seminar Nasional FAST 2024 yang digelar pada Sabtu (21/9/2024).
Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kerja keras KSI FP UNS dalam mengorganisasi seminar yang sangat relevan dengan visi misi FP. “Seminar ini sangat sesuai dengan visi misi yang dimiliki oleh FP. Dengan adanya seminar seperti ini, harapannya dapat menjadi wadah untuk meningkatkan minat mahasiswa FP UNS untuk terjun langsung ke bidang teknologi pertanian maupun agribisnis,” terang Prof. Samanhudi.



Ir. Eko Nugroho Isbandiharso, M.Si. selaku Kepala Dispartan KPP Kota Surakarta sebagai keynote speaker dikegiatan ini menyampaikan mengenai pentingnya peran generasi muda dalam pengembangan teknologi pertanian di Indonesia. Kepala Dispartan KPP Kota Surakarta menjelaskan bahwa tidak banyak lulusan pertanian yang berminat menjadi petani. Hal ini dikarenakan kurangnya prospek pekerjaan yang menjanjikan disektor pertanian sehingga diperlukan perbaikan insfrastruktur pertanian nasional agar menarik minat investor asing dan peningkatan sumber daya manusia.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. rer. Agr. Evi Irawan, S.P., M.Sc. yang merupakan dosen Program Studi Agribisnis FP UNS. Beliau menjelaskan mengenai Pertanian 5.0 yang dapat memberikan solusi untuk mengatasi kebutuhan pangan Indonesia yang semakin meningkat. “Fitur utama pertanian 5.0 yaitu otomatisasi dan robotik seperti penggunaan drone serta pertanian presisi. Startup agritech harus diperbanyak untuk mendukung penggunaan teknologi pertanian yang canggih,” jelas Dr. rer. Agr. Evi.
Materi kedua disampaikan oleh Khanif Irsyad Fahmi, S.P. yang merupakan CEO dari Gemati Farm dan pernah menjabat sebagai Presiden BEM FP 2021. Khanif menjelaskan tentang strategi peningkatan regenerasi petani. Khanif menuturkan bahwa peluang pertanian dimasa mendatang jauh lebih besar dibandingkan dengan sektor lainnya, sehingga seharusnya minat generasi muda juga jauh lebih tinggi. “Strategi untuk mencetak petani diantaranya adalah akses modal yang mudah, memperbanyak pelatihan bagi petani muda, perbaiki kesejahteraan petani, dan mendorong komunitas petani muda,”ujar Khanif.
Akhir dari acara, peserta seminar juga diajak berdiskusi dalam sesi tanya jawab mengenai penerapan inovasi dan teknologi pertanian. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi mahasiswa serta mendorong tingkat adopsi inovasi yang lebih luas bagi generasi muda. Dengan tema yang relevan dan pembicara yang kompeten, Seminar Nasional FAST 2024 menjadi wadah penting untuk mendiskusikan tantangan dan peluang disektor pertanian Indonesia era Revolusi Industri 4.0. Diharapkan, hasil dari seminar ini dapat menciptakan langkah-langkah konkret generasi muda dan mahasiswa FP dalam meningkatkan inovasi dan relevansi pertanian di masa depan. HUMAS UNS
Redaktur: Dwi Hastuti


















