Wujudkan Desa Berkelanjutan, Tim PPKO KM Fakultas Psikologi UNS Resmi Luncurkan Bank Sampah

Wujudkan Desa Berkelanjutan, Tim PPKO KM Fakultas Psikologi UNS Resmi Luncurkan Bank Sampah
Dengarkan artikel

Tim PPKO KM Fakultas Psikologi UNS meluncurkan Bank Sampah SERASI di Desa Sekaran, Kabupaten Klaten, pada Sabtu (29/8/2026). Program ini bertujuan untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, memperkuat literasi ekologi, dan membangun kemandirian lingkungan melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemerintah.

UNS — Komitmen mewujudkan lingkungan desa yang berkelanjutan terus diperkuat oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Keluarga Mahasiswa (KM) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Setelah melaksanakan rangkaian edukasi lingkungan, kegiatan gotong royong, hingga penanaman 353 lubang resapan biopori, Tim PPKO KM FPsi UNS kembali menorehkan capaian melalui peluncuran Bank Sampah SERASI (Sekaran Beraksi) di Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Sabtu (29/8/2026).

Peluncuran Bank Sampah SERASI menjadi puncak rangkaian Program SERASI yang telah dilaksanakan sejak awal 2026. Kehadiran bank sampah tersebut menandai dimulainya sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang lebih terstruktur sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian masyarakat Desa Sekaran dalam mengelola sampah.

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (28/8/2026) melalui Focus Group Discussion (FGD) yang membahas keberlanjutan program serta potensi kerja sama antara FPsi UNS dan Kementerian Lingkungan Hidup. Kegiatan tersebut berlangsung di Sky Lounge UNS Tower dan menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan.

Puncak kegiatan pada Sabtu (29/8/2026) di Desa Sekaran dihadiri berbagai elemen, mulai dari warga dan perangkat desa, pemerintah kecamatan dan kabupaten, akademisi, mahasiswa, hingga mitra strategis. Hadir antara lain Koordinator Kelompok Kerja Peningkatan Kesadaran Iklim Kementerian Lingkungan Hidup RI, Wisnu Murti, S.Hut., M.Ec.Dev., MPP., Tenaga Ahli Operasional dan Pengamat Utama Proyek Pengolahan Sampah Kota Surakarta Prof. Dr. Prabang Setyono, M.Si., Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Kabupaten Klaten Joko Istianto, S.H., M.Si., Camat Wonosari Sri Wahyuningsih, S.Psi., M.M., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D.

Acara diawali dengan penampilan tari persembahan dari Desa Sekaran, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Ketua Tim PPKO KM FPsi UNS, Yohana Berlian Putri Rosari, kemudian menyampaikan laporan perkembangan pembentukan Bank Sampah SERASI.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pihak menyampaikan sambutan dan dukungan terhadap keberlanjutan program. Salah satunya Koordinator Kelompok Kerja Peningkatan Kesadaran Iklim Kementerian Lingkungan Hidup RI, Wisnu Murti, S.Hut., M.Ec.Dev., MPP., yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNS dalam membangun sistem pengelolaan sampah di tingkat desa.

“Tim PPK Ormawa FPsi UNS sudah menginisiasi kegiatan yang sangat luar biasa ini, membangun Bank Sampah. Saya pikir ini adalah kolaborasi yang luar biasa antara UNS, Desa Sekaran, dan pemerintah daerah setempat. KLH insyaallah akan terus mendukung dan support apa yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D. Ia berharap Bank Sampah SERASI dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya.

“Semoga program ini bisa berlangsung dan berjalan terus di Desa Sekaran dan bisa dikembangkan di tempat lain,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Prabang Setyono, M.Si., menekankan bahwa persoalan sampah merupakan isu lintas level yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat desa hingga pemerintah di tingkat nasional. Menurutnya, keterlibatan FPsi UNS melalui pendekatan psikoedukasi menjadi relevan karena perubahan perilaku masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ia berharap keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah semakin luas dan tidak hanya bertumpu pada pengurus bank sampah. Masyarakat perlu memiliki kesadaran bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

Prof. Prabang juga berharap model pengelolaan Bank Sampah SERASI dapat direplikasi di desa maupun kabupaten lainnya.

Perkuat Keberlanjutan melalui Kolaborasi

Momentum peluncuran Bank Sampah SERASI juga ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent to Collaborate antara FPsi UNS dan Kementerian Lingkungan Hidup. Penandatanganan tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan jejaring dan komitmen kolaborasi dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Selain itu, dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah mitra dan perangkat desa yang telah mendukung pelaksanaan Program SERASI. Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi peresmian Bank Sampah SERASI melalui pemotongan pita, penyerahan plakat, dan pemotongan tumpeng. Para tamu undangan kemudian mengikuti simulasi transaksi pertama (first transaction) berupa penyerahan, penimbangan, dan pencatatan satu karung sampah bervariatif yang secara simbolis dimasukkan ke bak pemilahan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas serta pengenalan alur operasional Bank Sampah SERASI kepada para tamu undangan. Simulasi tersebut menjadi gambaran awal mekanisme pengelolaan sampah yang akan dijalankan oleh masyarakat Desa Sekaran.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Non Akademik, dan Kemahasiswaan FPsi UNS, Dr. Aditya Nanda Priyatama, S.Psi., M.Si., menyampaikan kebanggaannya atas capaian Tim PPKO KM FPsi UNS. Ia berharap keberadaan Bank Sampah SERASI tidak berhenti sebagai seremoni atau euforia sesaat, tetapi menjadi program yang terus berkembang dan diwariskan kepada mahasiswa pada periode berikutnya.

Menurutnya, PPKO Ormawa 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi FPsi UNS karena mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi juga merintis sebuah inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membuka peluang keberlanjutan bagi mahasiswa dan fakultas lainnya.

Keberlanjutan Bank Sampah SERASI juga mendapat perhatian dari Ketua Bank Sampah Krasikan, Sugiyanti. Ia mengapresiasi koordinasi dan edukasi pengelolaan sampah yang telah dilakukan Tim PPKO KM FPsi UNS serta berharap pendampingan tetap berlanjut setelah bank sampah resmi beroperasi.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi penting dalam memperkuat keberlanjutan gerakan pengelolaan sampah di masyarakat. Selama ini, penggiat bank sampah di tingkat desa banyak didominasi oleh ibu-ibu yang juga memiliki tanggung jawab terhadap aktivitas ekonomi dan keluarga.

Keterlibatan mahasiswa dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan untuk mentransfer pengetahuan, mengembangkan inovasi, sekaligus membantu masyarakat membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan Duta Pariwisata Kabupaten Klaten. Mereka menilai Program SERASI merupakan inisiatif yang baik dan relevan untuk diterapkan masyarakat dalam mengelola sampah. Mereka berharap program tersebut dapat terus berjalan hingga masyarakat mampu mengelolanya secara mandiri.

Kepala Desa Sekaran bersama perangkat desa, PKK, Karang Taruna, serta pengurus Bank Sampah SERASI diharapkan menjadi penggerak utama keberlanjutan program di tingkat masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, bank sampah tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Kehadiran Bank Sampah SERASI diharapkan mampu menjadikan Desa Sekaran sebagai role model pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan timbulan sampah, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat literasi ekologi, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan mitra strategis, pengelolaan sampah diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat lingkungan sekaligus sosial dan ekonomi.

Ke depan, Tim PPKO KM FPsi UNS berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap pengurus Bank Sampah SERASI yang melibatkan kader PKK dan Karang Taruna. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan fasilitas dapat beroperasi secara optimal dan program tetap berjalan setelah berakhirnya rangkaian kegiatan PPKO.

HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan Bank Sampah SERASI resmi diluncurkan?

Bank Sampah SERASI resmi diluncurkan pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Lihat di artikel

Di mana lokasi peluncuran Bank Sampah SERASI?

Bank Sampah SERASI diluncurkan di Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Lihat di artikel

Organisasi mahasiswa mana yang menginisiasi pendirian Bank Sampah SERASI?

Program ini diinisiasi oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) KM Fakultas Psikologi UNS. Lihat di artikel