Tim Eco Juris Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih Juara 1 SIAP DARLING Green Impact Project Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui inovasi pengelolaan limbah organik berbasis budidaya maggot dan lele. Penghargaan ini diumumkan pada grand final di Aula FEB UNS pada 22 Agustus 2026 setelah melalui proses implementasi program sejak 1 Juli 2026.
UNS — Tim Eco Juris Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih Juara 1 SIAP DARLING Green Impact Project Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui inovasi pengelolaan limbah organik berbasis budidaya maggot dan lele. Prestasi tersebut menjadi puncak dari implementasi program bertajuk “Reaktualisasi Pengelolaan Limbah Organik Berbasis Budidaya Maggot-Lele sebagai Implementasi Ekonomi Sirkular di Universitas Sebelas Maret.”
Tim Eco Juris terdiri dari Dizma Kharim Aliansyah (Fakultas Hukum), Azizah Quratul Aini (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Raka Mahendra (Fakultas Hukum), Nabilla Dinda (Fakultas Hukum), dan Chrisna Anugerah Pangestu (Fakultas Hukum). Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan dan implementasi program pengelolaan limbah organik berbasis ekonomi sirkular di lingkungan UNS.
Program Eco Juris merupakan salah satu gagasan Mahasiswa yang berhasil lolos dalam open call pendanaan SIAP DARLING Green Impact Project Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Melalui dukungan tersebut, gagasan yang sebelumnya berada pada tahap perencanaan kemudian diwujudkan menjadi program nyata melalui pengembangan Rumah Budidaya Maggot-Lele di lingkungan UNS.
Program mulai dijalankan pada 1 Juli 2026 dan mencapai puncaknya pada kegiatan grand final sekaligus awarding SIAP DARLING Green Impact Project yang diselenggarakan pada 22 Agustus 2026 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Pada kesempatan tersebut, Tim Eco Juris mempresentasikan proses, capaian, dan dampak program di hadapan dewan juri hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1.
Inovasi yang dikembangkan Eco Juris berangkat dari persoalan limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas sivitas akademika, khususnya di kawasan kantin. Limbah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah diarahkan untuk dimanfaatkan kembali melalui proses biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.
Limbah organik yang telah dikumpulkan dan dipilah kemudian dimanfaatkan sebagai media pakan maggot. Maggot yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif dalam budidaya ikan lele. Sementara itu, sisa hasil penguraian berupa kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung pemeliharaan ruang terbuka hijau di lingkungan kampus.
Melalui mekanisme tersebut, Rumah Budidaya Maggot-Lele membentuk sebuah siklus pemanfaatan sumber daya. Limbah organik tidak langsung berakhir sebagai sampah, tetapi diolah menjadi maggot, dimanfaatkan dalam budidaya lele, serta menghasilkan produk samping berupa kasgot yang dapat dikembalikan untuk mendukung kebutuhan lingkungan kampus.
Ketua Tim Eco Juris, Dizma Kharim Aliansyah, mengatakan bahwa kesempatan mengikuti open call SIAP DARLING Green Impact Project menjadi momentum penting bagi tim untuk mengubah gagasan menjadi aksi nyata.
“Kami melihat open call SIAP DARLING Green Impact Project Bakti Lingkungan Djarum Foundation sebagai kesempatan untuk mengembangkan gagasan pengelolaan limbah organik menjadi sebuah program yang dapat diterapkan secara langsung. Setelah proposal kami dinyatakan lolos, kami berupaya merealisasikan konsep tersebut melalui Rumah Budidaya Maggot-Lele,” ujar Dizma kepada uns.ac.id, Kamis (10/9/2026). Menurutnya, capaian Juara 1 bukan menjadi akhir dari program, melainkan menjadi dorongan untuk memastikan inovasi yang telah dikembangkan dapat terus memberikan manfaat setelah rangkaian kompetisi berakhir.
“Kami ingin Rumah Budidaya Maggot-Lele ini tidak berhenti sebagai program Eco Juris. Harapannya, model yang sudah kami kembangkan dapat terus berjalan dan nantinya diintegrasikan dengan ekosistem Green Campus UNS, sehingga pengelolaan limbah organik dapat menjadi bagian dari sistem lingkungan kampus secara lebih luas,” tambahnya.



Selain menjadi fasilitas pengolahan limbah, Rumah Budidaya Maggot-Lele dikembangkan sebagai sarana edukasi lingkungan. Fasilitas tersebut memungkinkan sivitas akademika untuk melihat secara langsung tahapan pemilahan limbah organik, proses biokonversi menggunakan maggot, budidaya ikan lele, hingga pemanfaatan kasgot sebagai pupuk organik.
Implementasi program juga melibatkan berbagai pihak di lingkungan kampus. Mahasiswa, pengelola kantin, sivitas akademika, serta Bank Sampah UNS menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengelolaan limbah yang dimulai dari sumber. Pemilahan menjadi tahap awal yang menentukan agar limbah organik dapat dipisahkan dan dimanfaatkan secara optimal.
Bagi Eco Juris, penerapan prinsip ekonomi sirkular di lingkungan perguruan tinggi memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Sistem tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan timbulan limbah organik, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui produksi pakan alternatif, hasil budidaya ikan, dan pupuk organik.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan di lingkungan kampus dapat direspons melalui inovasi yang menghubungkan aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Limbah yang sebelumnya dipandang sebagai residu diarahkan menjadi sumber daya yang dapat kembali dimanfaatkan dalam sebuah siklus produksi.
Setelah program selesai diimplementasikan, Eco Juris juga mulai mendorong keberlanjutan pengelolaan Rumah Budidaya Maggot-Lele agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh lingkungan UNS. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap keberlanjutan program dan pengelolaan fasilitas tersebut.
Eco Juris melihat adanya peluang untuk mengembangkan pengalaman dari program ini sebagai bagian dari sistem pengelolaan lingkungan UNS yang lebih besar, termasuk kemungkinan integrasi dengan rencana pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) UNS pada masa mendatang.
“Kalau nantinya TPST UNS sudah berjalan, kami berharap pengalaman yang diperoleh dari program ini dapat menjadi salah satu model yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Jadi, proses pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan di hilir, tetapi juga dimulai dari pemilahan dan pemanfaatan limbah sejak dari sumbernya,” jelas Dizma.
Integrasi dengan Green Campus UNS menjadi salah satu tujuan keberlanjutan yang ingin dicapai Eco Juris. Program ini diharapkan dapat memperkuat budaya pengelolaan lingkungan di kalangan sivitas akademika sekaligus menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan lingkungan di tingkat institusi.
Perjalanan Eco Juris dalam SIAP DARLING Green Impact Project dimulai dari kompetisi gagasan melalui open call, dilanjutkan dengan implementasi selama kurang lebih tujuh minggu, hingga presentasi pada babak grand final. Perjalanan tersebut kemudian ditutup dengan pencapaian sebagai Juara 1 SIAP DARLING Green Impact Project Bakti Lingkungan Djarum Foundation.
Bagi Tim Eco Juris, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas proses yang telah dilalui sekaligus tanggung jawab untuk memastikan inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada kompetisi. Rumah Budidaya Maggot-Lele diharapkan dapat terus berkembang sebagai embrio pengelolaan limbah organik berbasis ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi lingkungan kampus.
Melalui capaian ini, Eco Juris UNS membuktikan bahwa inovasi mahasiswa dapat berangkat dari persoalan sederhana di sekitar kampus dan dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai ekologis, sosial, serta ekonomis. Ke depan, Eco Juris berkomitmen untuk terus mendorong keberlanjutan program agar Rumah Budidaya Maggot-Lele dapat menjadi bagian dari perjalanan UNS menuju lingkungan kampus yang lebih berkelanjutan. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang meraih Juara 1 SIAP DARLING Green Impact Project Bakti Lingkungan Djarum Foundation?
Tim Eco Juris Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih Juara 1 dalam ajang tersebut. Lihat di artikel
Apa inovasi yang dikembangkan oleh Tim Eco Juris UNS?
Tim Eco Juris mengembangkan inovasi pengelolaan limbah organik berbasis ekonomi sirkular melalui budidaya maggot dan lele. Lihat di artikel
Kapan kegiatan grand final dan awarding SIAP DARLING Green Impact Project diselenggarakan?
Grand final dan awarding diselenggarakan pada 22 Agustus 2026 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Lihat di artikel

















