Mahasiswa KKN UNS Edukasi Pemanfaatan Tanaman Serai sebagai Repelan Alami bagi Ibu-Ibu PKK Kalurahan Jepitu

Mahasiswa KKN UNS Edukasi Pemanfaatan Tanaman Serai sebagai Repelan Alami bagi Ibu-Ibu PKK Kalurahan Jepitu
Dengarkan artikel

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS memberikan edukasi dan demonstrasi pemanfaatan tanaman serai sebagai repelan alami kepada 30 ibu-ibu PKK di Kalurahan Jepitu, Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk yang bermanfaat untuk mengusir nyamuk.

UNSMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK di Padukuhan Janganmati, Kalurahan Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, mengenai pemanfaatan tanaman serai sebagai repelan alami. Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan dilaksanakan oleh Erna Rizqi Anasari di bawah bimbingan Prof. Dr. Eng. Ir. Syamsul Hadi, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNS. Edukasi ini berangkat dari keberadaan nyamuk yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat serta berpotensi menjadi perantara penularan berbagai penyakit. Salah satu upaya untuk mengurangi kontak dengan nyamuk adalah penggunaan repelan.

Selain produk berbahan sintetis, bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar juga berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif. Salah satunya adalah tanaman serai yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai bahan dalam pengolahan makanan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada potensi lain dari tanaman serai, khususnya kandungan minyak atsiri dengan aroma khas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan repelan alami. Edukasi juga diberikan untuk memperluas pemahaman masyarakat bahwa tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki potensi kegunaan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian repelan, pengenalan tanaman serai, serta kandungan minyak atsiri yang terdapat di dalamnya. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami oleh peserta.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan repelan alami berbahan tanaman serai dalam bentuk spray. Peserta memperoleh penjelasan mengenai persiapan bahan, tahapan pengolahan, pencampuran bahan, hingga cara penggunaan dan penyimpanan produk.

Melalui demonstrasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran praktis mengenai tahapan dasar pengolahan tanaman serai menjadi produk repelan. Peserta turut diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai manfaat tanaman serai, fungsi bahan yang digunakan, cara penggunaan, hingga penyimpanan produk.

Erna Rizqi Anasari selaku pelaksana kegiatan mengatakan bahwa edukasi tersebut bertujuan mengenalkan alternatif pemanfaatan sumber daya alam yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.

“Tanaman serai merupakan salah satu tanaman yang cukup mudah ditemukan dan telah dikenal oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan wawasan bahwa serai juga memiliki potensi pemanfaatan lain, salah satunya sebagai bahan repelan alami yang dapat membantu mengusir nyamuk,” ujar Erna.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu bentuk pengembangan potensi lokal yang dapat diterapkan secara sederhana oleh masyarakat.

“Harapannya, melalui edukasi dan demonstrasi yang diberikan, ibu-ibu PKK tidak hanya mengetahui potensi tanaman serai, tetapi juga memahami tahapan dasar pengolahannya sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan tanaman yang ada di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, 30 ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang baik. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung secara interaktif, ditandai dengan berbagai pertanyaan peserta mengenai pemanfaatan tanaman serai sebagai repelan alami.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, produk repelan alami berbentuk spray yang telah dibuat juga dibagikan kepada peserta. Pembagian produk tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung mengenai hasil pengolahan tanaman serai menjadi produk yang memiliki manfaat praktis. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai cara penggunaan dan penyimpanan produk.

Kegiatan edukasi ini memberikan tambahan wawasan kepada masyarakat mengenai diversifikasi pemanfaatan tanaman serai. Selain sebagai bahan pangan, serai dapat dikenalkan sebagai salah satu tanaman yang memiliki potensi pemanfaatan lain. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan keterampilan dasar kepada masyarakat mengenai pengolahan sederhana tanaman serai menjadi produk repelan.

Erna berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi ibu-ibu PKK serta mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan Kalurahan Jepitu.

“Kami berharap pengetahuan yang telah diperoleh melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi ibu-ibu PKK dan menjadi tambahan wawasan mengenai pemanfaatan tanaman lokal. Potensi yang ada di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk pemanfaatan yang memiliki nilai guna bagi masyarakat,” pungkas Erna.

Melalui kegiatan ini, pemanfaatan tanaman serai sebagai repelan alami diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mengenalkan potensi sumber daya lokal kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan mendorong pemberdayaan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi yang tersedia di Kalurahan Jepitu. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa yang melaksanakan kegiatan edukasi pemanfaatan tanaman serai di Kalurahan Jepitu?

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Erna Rizqi Anasari, mahasiswa KKN UNS, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eng. Ir. Syamsul Hadi, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Lihat di artikel

Berapa jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan pembuatan repelan alami dari serai?

Kegiatan edukasi dan demonstrasi tersebut diikuti oleh 30 peserta dari ibu-ibu PKK di Padukuhan Janganmati. Lihat di artikel

Dalam bentuk apa produk repelan alami berbahan serai yang didemonstrasikan?

Produk repelan alami berbahan tanaman serai tersebut didemonstrasikan dan dibuat dalam bentuk spray. Lihat di artikel