UNS-Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah menerapkan perkuliahan daring sebagai upaya pencegahan Covid-19. Metode kuliah jarak jauh ini diterapkan sejak 16 Maret dan akan berakhir pada 30 April 2020 sesuai dengan Surat Edaran Rektor Nomor 13/UN27/SE/2020. Dalam mendukung pelaksanaan perkuliahan daring, UNS memberikan bantuan berupa paket internet sebesar 10 GB bagi seluruh mahasiswa.
Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 17/UNS27/SE/2020 tanggal 1 April tentang Bantuan Paket Data Internet untuk Pembelajaran Daring Mahasiswa Program Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor Universitas Sebelas Maret. Bantuan paket internet tersebut akan dikirimkan ke nomor telepon mahasiswa yang tercantum di Sistem Akademik (Siakad) UNS. Pemberian bantuan paket internet tersebut juga sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tanggal 17 Maret 2020 dan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 302/E.E2/KR/2020 tanggal 31 Maret 2020.
Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengatakan bahwa tujuan dari pemberian bantuan pulsa ini bertujuan untuk menunjang pembelajaran daring.
“Sejak 16 Maret, UNS mengubah pembelajaran dari direct learning menjadi daring karena pandemi Covid-19. Sistem pembelajaran daring ini tentu memerlukan banyak fasilitas yang diakses menggunakan internet. Oleh karena itu kami pimpinan di UNS menginisiasi perlunya bantuan atau subsidi paket internet untuk proses pembelajaran daring,” ujar Rektor UNS kepada uns.ac.id pada Sabtu, (4/4/2020).
Paket internet sebesar 10 GB akan ditransfer secara bertahap mulai hari Senin. Hingga tadi malam pukul 20.20 WIB, sebanyak 20.758 mahasiswa telah melakukan registrasi atau update nomor telepon. Pengisian data nomor telepon tersebut dapat diakses melalui laman siakad.uns.ac.id hingga 5 April 2020.
Prof. Jamal menuturkan bahwa jangka waktu pemberian bantuan ini disesuaikan dengan perkembangan pandemi Covid-19.
“Menurut prediksi, wabah covid-19 akan berakhir di bulan Mei. Tapi, seandainya Mei belum berakhir maka pemberian bantuan paket internet akan diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan. Apabila pandemi sudah berakhir, maka pembelajaran akan kembali lagi menggunakan sistem tatap muka. Kami menyesuaikan saja dengan keadaan” jelasnya.
Prof. Jamal berharap pemberian paket internet tersebut dapat dimanfaatkan dengan bijak oleh mahasiswa untuk keperluan kuliah daring seperti mengakses layanan pembelajaran. Saat ini, UNS juga telah memiliki dua fasilitas pembelajaran daring, yakni SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) dan OCW (Open Course Ware).
“Jadi, misal hanya digunakan untuk mengakses layanan pembelajaran daring seperti Spada, OCW, Zoom atau layanan lainnya, kami dan Tim IT sudah menghitung bahwa kuota sebesar 10 GB sudah cukup longgar untuk memenuhi kebutuhan dalam sebulan,” tutup Prof. Jamal.Humas UNS/Bayu
















