UNS — Tiga Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih juara 1 dalam Mandalika Essay Competition (MEC) 5 yang diadakan di Fakultas Pertanian (FP) Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Lombok. Ketiga perwakilan UNS tersebut adalah Mufti Muammarul Haq dan Eva Rahayu Putri dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Ahmad Juhdan Abu Bakr dari Prodi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Tim tersebut turut dibimbing oleh Anif Jamaluddin, S.Si., M.Si., Ph.D. yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Fisika FKIP UNS.
MEC sendiri merupakan event tahunan yang diadakan dengan serangkaian acara yang meliputi berbagai kategori lomba nasional dan seminar nasional. Para finalis mempresentasikan hasil esainya secara luring di Lombok, pada Sabtu (21/9/2024). Terdapat dua sesi presentasi, yang pertama adalah presentasi untuk memperebutkan gold medal disetiap sub tema, dilanjutkan dengan presentasi final yang diikuti oleh sembilan tim peraih gold medal untuk memperebutkan juara nasional. Ketiganya lolos sebagai finalis dan memenangkan Gold Medal pada Sub Tema Pendidikan MEC 5 dan berhasil menyabet juara 1 setelah mempresentasikan esainya.
Kepada uns.ac.id, Senin (7/10/2024) Juhdan mengaku bahwa ketiganya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut sejak bulan Juli.
“Persiapan kami dimulai sejak bulan Juli. Kebetulan karena kami bertiga anggota komunitas Sahabat Masjid Nurul Huda (NH) UNS, jadi kami bisa mengerjakan proposal dengan intensif di sela-sela aktivitas kemasjidan. Waktu pengumpulan proposal yang mendesak mengharuskan kami meluangkan waktu untuk menyiapkan esai baik secara daring maupun luring ditengah aktivitas organisasi dan kuliah,” terang Juhdan.
Esai yang digarap oleh Juhdan dan kawan-kawan mengambil peran di bidang pendidikan. Tim memberikan inovasi media yang diberi nama “Semar Lind”. Inovasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran matematika bagi penyandang disabilitas tunanetra.
“Kami mengambil sub tema pendidikan dengan menciptakan inovasi media belajar matematika untuk penyandang disabilitas tunanetra dengan memanfaatkan fitur-fitur teknologi canggih. Inovasi tersebut kami beri nama “Semar-Lind“ (Smart Mathematics Book for The Blind). Tujuannya adalah selain mempermudah pembelajaran bagi mereka yang membutuhkan, juga dapat meningkatkan minat belajar matematika karena didukung oleh media yang menarik berupa pop up book dan audio book,” terang Juhdan.
Dirinya dan tim merasa bangga dapat membawa nama UNS diajang nasional dan membawa pulang juara 1 untuk almamater tercinta.
“Saya dan tim berharap supaya kesempatan ini bisa semakin menambah inspirasi kami dan teman-teman mahasiswa UNS untuk terus mengejar prestasi selama kuliah di sini,” tambah Juhdan. HUMAS UNS
Reporter: Annisa Fakhira
Redaktur: Dwi Hastuti


















