Prodi PPG FKIP UNS Gandeng UKM Pramuka UNS Bekali Calon Guru Kompetensi Kepramukaan di Era Digital

Prodi PPG FKIP UNS Gandeng UKM Pramuka UNS Bekali Calon Guru Kompetensi Kepramukaan di Era Digital

Prodi PPG FKIP UNS dan UKM Pramuka UNS menggelar Workshop Inovasi Pola Pembinaan Pramuka di Era Digital pada 4 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti 495 mahasiswa PPG calon guru untuk membekali mereka kompetensi kepramukaan demi pembentukan karakter peserta didik di sekolah.

UNS — Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggandeng Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UNS menyelenggarakan Workshop Dasar-Dasar Kepramukaan bertemakan Inovasi Pola Pembinaan Pramuka di Era Digital di Aula Gedung F FKIP UNS, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang diikuti 495 mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 ini bertujuan memperkuat kompetensi calon guru dalam mengimplementasikan pendidikan kepramukaan sebagai media pembentukan karakter peserta didik di sekolah.

Ketua Prodi PPG FKIP UNS, Dr. Idam Ragil Widianto Atmojo, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa workshop tersebut diselenggarakan sebagai upaya menyegarkan kembali pemahaman mahasiswa terhadap dasar-dasar kepramukaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan ketika nantinya menjalankan tugas sebagai guru profesional di satuan pendidikan.

Workshop ini kami selenggarakan untuk me- refresh kembali dasar-dasar kepramukaan sehingga ketika mahasiswa PPG menjadi guru, mereka mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam pembelajaran maupun pembinaan peserta didik di sekolah,” ujar Dr. Idam Ragil.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FKIP UNS, Dr. Imam Sujadi, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembentukan karakter calon guru. Menurutnya, guru profesional tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter peserta didik melalui berbagai aktivitas pendidikan, termasuk kepramukaan.

“Pendidikan tidak hanya mencetak siswa yang memiliki pengetahuan kognitif, tetapi juga menyiapkan mereka agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks itulah, pendidikan kepramukaan berperan membentuk warga negara yang berjiwa Pancasila, mandiri, bertanggung jawab, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Dr. Imam Sujadi.

Workshop menghadirkan Luwes Traviari Agusta, S.Sos., M.Si., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Kepramukaan Kwartir Cabang (Kwarcab) Sukoharjo yang membawakan materi mengenai prinsip dasar dan metode kepramukaan sebagai fondasi pembentukan karakter calon guru. Ia menekankan bahwa guru masa depan memiliki peran strategis sebagai perancang karakter generasi penerus bangsa.

“Mahasiswa PPG Calon Guru yang dicetak sebagai guru profesional nantinya bukan sekadar menjadi pengajar, melainkan desainer karakter. Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan instrumen paling ampuh membangun tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” ungkapnya.

Luwes menjelaskan bahwa tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.

Selanjutnya, Bambang Setyo Wibowo, S.Pd., Ketua Harian Kwartir Ranting (Kwarran) 01 Laweyan sekaligus Andalan Bina Muda Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Surakarta, mengajak mahasiswa PPG mengembangkan pembinaan kepramukaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan kepramukaan perlu dikemas secara inovatif agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

“Pramuka harus inovatif dan kekinian, yakni kreatif, solutif, berani berpikir out of the box, adaptif terhadap perubahan, serta mengikuti perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan kepramukaan tetap relevan sebagai media pembentukan karakter di tengah perkembangan era digital,” ujar Bambang.

Selain sesi materi, peserta juga mengikuti praktik lapangan berupa pionering, semaphore, dan pendirian tenda yang menerapkan metode learning by doing. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa PPG dalam mengelola aktivitas kepramukaan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis karakter di sekolah.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membekali calon guru dengan kompetensi kepramukaan yang tidak hanya memperkuat kemampuan pedagogis, tetapi juga mendukung terwujudnya pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan abad ke-21. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan workshop dasar-dasar kepramukaan bagi calon guru PPG FKIP UNS?

Workshop ini bertujuan memperkuat kompetensi calon guru dalam mengimplementasikan pendidikan kepramukaan sebagai media pembentukan karakter peserta didik di sekolah.

Siapa yang menyelenggarakan workshop inovasi pola pembinaan pramuka di era digital?

Workshop ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UNS.

Bagaimana peran guru profesional dalam membentuk karakter peserta didik menurut Dekan FKIP UNS?

Guru profesional tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter peserta didik melalui berbagai aktivitas pendidikan, termasuk kepramukaan. Lihat di artikel

Apa saja tujuh kebiasaan yang ditekankan sebagai fondasi pembentukan karakter anak Indonesia hebat?

Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.

Bagaimana cara agar kegiatan kepramukaan tetap relevan di era digital?

Kegiatan kepramukaan perlu dikemas secara inovatif, kreatif, solutif, berani berpikir out of the box, adaptif terhadap perubahan, serta mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan.