UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih peringkat 724 dunia dan 12 Nasional dalam hal riset dan inovasi versi Scimago Institution Rankings. Kualitas riset dan inovasi yang baik merupakan hal yang penting bagi sebuah universitas maupun suatu negara. Riset dan inovasi menjadi salah satu tolok ukur dalam indeks persaingan global. Menindaklanjuti hal tersebut, UNS menggelar workshop bertemakan “Undestanding Scimago Institution Rankings” pada Kamis (6/5/2021). Dr. Isidro F. Aguillo selaku Head of Cybermatrics Lab – Scimago Group, IPP hadir sebagai narasumber. Workshop diselenggarakan melalui Zoom Cloud Meeting yang mana dihadiri jajaran rektorat, dekanat, direktur, serta kepala biro yang ada di UNS.
Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Dr. Aguillo dalam workshop ini. Prof. Jamal berharap setelah diadakannya workshop ini, UNS mampu menciptakan strategi guna meningkatkan kualitas riset dan inovasi dalam pe-ranking-an oleh Scimago Institution Ranking.
“I expect that after this workshop, the top management members can design some strategies to improve our ranking at the next assesment (Saya berharap setelah lokakarya ini, para anggota manajemen puncak dapat merancang beberapa strategi untuk meningkatkan peringkat kita pada penilaian berikutnya),” ujar Prof. Jamal.

Scimago Institutions Rankings adalah lembaga pemeringkatan yang menggabungkan tiga indikator yang berbeda, yakni berdasarkan kinerja penelitian (bobot 50 persen), hasil inovasi (bobot 30 persen), dan dampak sosial (bobot 20 persen) yang diukur dengan visibilitas web. Lebih jauh lagi, hal yang menjadi penting dalam pengukuran peringkat oleh Scimago Institutions Rankings adalah seberapa banyak paper yang mampu dipublikasikan pada suatu perguruan tinggi. Hal tersebut tentu tidak boleh meninggalkan esensi kualitas dari paper yang dipublikasikan dan tidak hanya terpaku pada jumlah.
Berdasarkan pengamatannya, terjadi penurunan jumlah publikasi internasional perguruan tinggi di Scopus. Baginya, ada beberapa alasan atas hal tersebut. Yang pertama, paper yang dipublikasikan di jurnal lokal tidak langsung dipublikasikan di jurnal internasional. Yang kedua, banyak paper yang hanya dibuat untuk riset lokal namun tidak dibuat menjadi riset internasional.
Dr. Aguillo pun menjelaskan bahwa perbandingan penilaian tidak terlalu jauh antara UNS dengan universitas lain. Dengan meningkatkan publikasi paper international, UNS dapat meraih peringkat yang lebih baik.
“According to the public data, obviously you have a very good performance section in the social citework (menurut data publik, jelas Anda memiliki kinerja yang sangat baik di dunia sosial),” jelas Dr. Aguillo.
“So i think if you improve your international competition, probably you can reach better rank (jadi saya pikir jika Anda meningkatkan persaingan internasional Anda, mungkin Anda dapat mencapai peringkat yang lebih baik),” saran Dr. Aguillo. Humas UNS
Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti
















