Peresmian Masjid Rahmi, Lambang Kesalehan Warga FK UNS

Masjid Rahmi Fakultas Kedokteran UNS
Masjid Rahmi, Masjid baru Fakultas Kedokteran (FK) UNS yang diresmikan pada Rabu (18/3/2015).
Masjid Rahmi, Masjid baru Fakultas Kedokteran (FK) UNS yang diresmikan pada Rabu (18/3/2015).
Masjid Rahmi, Masjid baru Fakultas Kedokteran (FK) UNS yang diresmikan pada Rabu (18/3/2015).

Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali diliputi kegembiraan. Pasalnya, di tengah perayaan Dies Natalis UNS ke-39, Fakultas Kedokteran UNS meresmikan masjid baru yang terletak persis di sebelah utara mushola lama, Rabu siang (18/3/2015). Peresmian masjid yang bernama Masjid Rahmi tersebut dilakukan langsung oleh Ravik Karsidi Rektor UNS dan disaksikan oleh jajaran dekanat maupun civitas akademika UNS lainnya.
Masjid dua lantai tersebut merupakan bangunan wakaf dari Sri Sulistyowati yang juga dosen FK UNS. Ditemui seusai peresmian, Sulis bersama suami, Rahmad Martanto menjelaskan didirikannya masjid di tengah-tengah suasana pendidikan FK UNS karena belum adanya masjid yang memadai. “Karena kan belum ada masjid di fakultas ini. Selain itu, musalanya pun juga belum memadai. Kalau NH (Nurul Huda-red) itu kan masjid jami’,” terang Sulis.
Masjid yang menghabiskan dana sekitar Rp1,5 miliar tersebut, diharapkan dapat menjadi tempat khazanah Islam, baik di lingkungan FK UNS maupun sekitarnya. Selain itu, para jamaah juga diharapkan dapat memiliki sifat kasih sayang dan penuh kelembutan seusai melakukan ibadah di Masjid Rahmi. Seperti makna Rahmi dalam bahasa Arab yang berarti rasa yang muncul dari kesakitan. “Dari kata Rahmi kemudian menjadi Rahim. Yang artinya kasih sayang, penuh kelemah lembutan,” jelas Ustaz Seno dalam tausiyah peresmian masjid Rahmi tersebut. Nama Rahmi sendiri juga diambil dari nama putri Sri Sulistyowati yang sedang menempuh co-ass FK UNS, Elita Rahmi.
Dalam sambutannya, Dekan FK UNS Zainal Arifin Adnan merasa senang dan berterima kasih kepada keluarga Sri Sulistyowati selaku pihak yang mewakafkan bangunan masjid Rahim. “Masjidnya sangat indah dan bagi pewakif semoga dibuatkan rumah di surga sebagaimana janji Allah,” ujar Zainal dalam sambutannya.
Ia pun menambahkan, masjid tersebut tidak akan menjadi tempat salat Jumat. “Tadi saya sudah matur ke Pak Rektor, kalau masjid ini tidak akan menjadi tempat sholat Jumat. Kan sudah ada masjid jami’ Nurul Huda. Tetapi masjid ini adalah lambang kesalehan. Kesalehan pribadi juga seluruh cerminan dari civitas akademika di FK UNS, ” ujarnya. [] (afifah.red.uns.ac.id)