Prodi D-3 Komunikasi Terapan UNS Gelar FGD Digitalisasi Pemasaran UMKM di Kampung Wisata Barokah, Karanganyar

Prodi D-3 Komunikasi Terapan UNS Gelar FGD Digitalisasi Pemasaran UMKM di Kampung Wisata Barokah, Karanganyar

UNSProgram Studi (Prodi) D-3 Komunikasi Terapan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar kegiatan akademik bermuatan sosial. Mereka menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menguatkan Ekosistem Usaha Desa Wisata Barokah: Sinergi Produk, Jasa dan Digitalisasi Pemasaran”. Kegiatan tersebut berlangsung di Resto Sawah, Desa Gerdu, Kabupaten Karanganyar.

FGD ini bertujuan membahas strategi penguatan bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Wisata Barokah (KWB) melalui pemasaran digital. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM lokal mampu beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi pemasaran saat ini.

Sejumlah pihak yang hadir mulai dari pemerintah hingga pelaku usaha desa. Turut hadir perwakilan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, perangkat Desa Gerdu, pengelola Kampung Wisata Barokah, serta pelaku UMKM setempat. Dosen dan mahasiswa D-3 Komunikasi Terapan SV UNS juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat (23/5/2025) ini.

Ketua Prodi D-3 Komunikasi Terapan SV UNS, Dr. Joko Suranto, S.Sn., M.Hum. turut hadir membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pemasaran UMKM. Pihaknya ingin memetakan berbagai permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM sekaligus menawarkan solusi berbasis digital.

Dr. Joko menegaskan bahwa pemasaran digital saat ini menjadi sarana promosi yang wajib dioptimalkan. Pihaknya juga mengadakan workshop pendampingan pengelolaan media digital bagi para pelaku usaha. Workshop tersebut diharapkan dapat membantu UMKM lokal dalam memasarkan produk secara efektif melalui media sosial.

“Melalui FGD ini, kami mencoba memetakan problem yang dihadapi para UMKM di KWB sekaligus mencoba menawarkan solusi khususnya terkait dengan aspek pemasaran melalui piranti digital, seperti melalui media sosial. Tidak hanya FGD, kami juga mengadakan workshop tentang digitalisasi pemasaran digital agar para pelaku UMKM di KWB bisa mengoptimalkan berbagai media digital sebagai sarana promosi produk,” jelasnya.

Achmad Dani Ismail, S.T., selaku Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disparpora Karanganyar, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa digitalisasi pemasaran menjadi kebutuhan wajib di era modern. Menurutnya, pemasaran digital dapat memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan penjualan produk lokal.

Dalam paparannya, Achmad Dani menilai potensi Kampung Wisata Barokah sangat besar untuk terus dikembangkan. Banyak warga Desa Gerdu yang menggeluti usaha kuliner, kerajinan, hingga jasa wisata. Ia berharap sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha desa.

“KWB di Desa Gerdu ini sangat potensial dikembangkan. Banyak ragam usaha bisnis produk dan jasa yang digeluti para warga. Kami menyambut baik kegiatan FGD dan workshop digitalisasi pemasaran bisnis dari D3 Komunikasi Terapan SV UNS ini sebagai bentuk kolaborasi antara kampus, Pemkab Karanganyar dan masyarakat,” terang Achmad Dani.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala usaha. Banyak pelaku UMKM menyampaikan kesulitan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk. Tim dosen dan mahasiswa SV UNS memberikan berbagai tips sederhana untuk memulai promosi digital secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Prodi D3 Komunikasi Terapan SV UNS berkomitmen mendampingi pelaku UMKM dalam adaptasi digitalisasi usaha. Diharapkan kolaborasi ini dapat menjadi program berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Kampung Wisata Barokah di Desa Gerdu diharapkan makin berkembang sebagai destinasi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
Humas UNS