UNS – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) melalui kolaborasi strategis. Tema yang diangkat adalah “Penguatan Kemitraan Strategis untuk Mendukung Produk Unggulan FMIPA UNS”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (16/6/2025) di Ruang Rapat FMIPA UNS.
Acara tersebut menghadirkan dua mitra penting, yakni PT Gujati 59 Utama dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surakarta. Kegiatan ini bertujuan mendorong sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset unggulan warga kampus FMIPA UNS.
Dekan FMIPA UNS, Prof. Dr. Desi Suci Handayani, S.Si., M.Si., hadir membuka acara sekaligus memberikan sambutan. Dalam kesempatan ini, Prof. Desi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan produk berbasis riset. Beliau berharap FGD ini mampu menghasilkan peta jalan bersama yang dapat dijalankan secara berkelanjutan. Beliau juga mengapresiasi kesediaan para mitra industri dan pemerintah dalam mendukung pengembangan produk inovatif.
“Melalui FGD ini, kami berharap tercipta roadmap bersama dalam pengembangan produk unggulan yang berdaya saing dan memenuhi standar keamanan pangan dan obat,” ujarnya.
Perwakilan PT Gujati 59 Utama, apt. Sita Nofia Sari, S.Farm., menyampaikan komitmen perusahaannya mendukung hasil riset kampus. Ia menyebut peluang pengembangan produk herbal dan farmasi masih sangat terbuka. Pihaknya siap berkolaborasi dalam proses produksi, formulasi, hingga distribusi produk yang memiliki potensi pasar.


“Kami siap mendukung baik dari segi produksi, formulasi, hingga aspek distribusi, selama hasil inovasi tersebut memiliki potensi pasar yang kuat dan telah melalui proses uji yang valid,” ujar Sita Nofia.
Sementara itu, apt. Etik Romdiyah, S.Farm., dari BBPOM Surakarta menegaskan pentingnya aspek regulasi dalam hilirisasi produk. Ia menyampaikan bahwa BBPOM siap memberikan pendampingan teknis dan edukasi. Hal ini mencakup proses uji keamanan, penyusunan dokumen registrasi, dan perizinan produk sebelum dipasarkan.
“BPOM siap memberikan pendampingan dan edukasi dalam penyusunan dokumen registrasi, uji keamanan, serta sertifikasi yang dibutuhkan,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah produk unggulan FMIPA UNS ikut dibahas bersama para mitra. Beberapa di antaranya ialah ekstrak herbal fungsional, sediaan farmasi inovatif, serta bahan aktif kimia ramah lingkungan. Produk-produk ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberi kontribusi ekonomi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis FMIPA UNS dalam memperluas jejaring kemitraan dan penguatan produk riset. Selain itu, kegiatan ini mendukung misi universitas untuk menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat. FMIPA UNS berkomitmen terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong inovasi yang aplikatif.
Humas UNS



















