UNS – Program Studi (Prodi) Magister dan Doktor Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat (PPPM) Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Lokakarya dan Seminar Nasional bertema Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri. Acara ini diselenggarakan secara hybrid yang berlangsung di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower untuk seminar nasional, sementara lokakarya diadakan di Gedung Pascasarjana UNS pada Kamis, (10/7/2025)
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi S2 Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat UNS, Dr. Ir. Sapja Anantanyu, S.P., M.Si. menyampaikan bahwa pentingnya pembangunan yang berbasis masyarakat semakin mendesak untuk diwujudkan dan desa kini memiliki posisi strategis dalam mendorong tercapainya visi pembangunan negara. “Sekarang ini kita menyadari bahwa desa menjadi keadaan terdepan untuk bisa menggerakkan masyarakat untuk mencapai visi pembangunan negara,” ujar Dr. Sapja.
Dr. Sapja juga menekankan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pengembangan desa. “Untuk bisa mengembangkan desa menjadi lebih maju dan mandiri, tentunya harus mengkolaborasikan berbagai stakeholder untuk bisa menggerakkan masyarakat,” jelasnya.
Beliau berharap, kegiatan ini mampu memberikan inspirasi, strategi, dan penguatan jejaring untuk mendukung terwujudnya desa-desa mandiri sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional yang inklusif.
Selanjutnya, sambutan yang kedua disampaikan oleh Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si. selaku Dekan Sekolah Pascasarjana UNS. Beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperkuat kapasitas desa. Desa sebagai entitas pembangunan di level akar rumput membutuhkan dukungan kebijakan, teknologi, dan pemberdayaan sumber daya manusia agar dapat mandiri secara ekonomi dan sosial.
Beliau juga menyampaikan harapannya agar seminar ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang bisa diimplementasikan dalam kebijakan dan program nyata di lapangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh empat narasumber, di antaranya Dr. Ahmad Maulani, M.Si selaku Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia dengan materi “Membangun Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Desa yang lebih Berdaya dan Berkelanjutan”. Kemudian Prof. R. Siti Zuhro, M.A., Ph.D. selaku Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik dan Peneliti Utama Politik BRIN dengan materi “Membangun Desa Inovasi Untuk Indonesia Maju dan Sejahtera”. Lalu Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. selaku Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Bidang Kerjasama Kelembagaan Nasional dan Daerah dengan materi “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri”. Terakhir, ada Junaedi Mulyono, S.H. selaku Kepala Desa Umbul Ponggok Klaten dengan materi “Inovasi, Kolaborasi, dan Ketangguhan Masyarakat Ponggok”. SDG ketujuhbelas, kemitraan untuk mencapai tujuan dan SDG kesebelas, Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan adalah tujuan yang berhasil diperoleh melalui rangkaian kegiatan ini.
Humas UNS



















