PUI Javanologi UNS Teken MoA dengan Sejumlah Fakultas Perguruan Tinggi Indonesia

PUI Javanologi UNS Teken MoA dengan Sejumlah Fakultas Perguruan Tinggi Indonesia

UNS – Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Penandatanganan ini dilaksanakan pada Selasa (3/6/2025) sore di Aula Gedung R. Ng. Ranggawarsita PUI Javanologi UNS.

Delapan fakultas yang terlibat antara lain Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fakultas Bahasa dan Seni Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip), FIB Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS), Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, FSP ISI Surakarta, serta FBS Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Masing-masing institusi diwakili oleh Dekan, Wakil Dekan, maupun utusan bidang kerja sama. Dari UNS, MoA ditandatangani oleh Ketua PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. Penandatanganan kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi kebudayaan Jawa di lingkungan akademik. MoA ini juga menjadi langkah awal pelaksanaan berbagai program bersama bidang pendidikan dan penelitian.

Isi kesepakatan dalam MoA meliputi beberapa kegiatan strategis. Ruang lingkup kerja sama di antaranya adalah pertukaran narasumber, kolaborasi seminar, serta pelatihan tentang kebudayaan Jawa. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan penelitian bersama, penulisan buku, dan publikasi karya ilmiah. Program lainnya adalah pelaksanaan magang mahasiswa, khususnya di bidang budaya Jawa. Kolaborasi pengajaran untuk diaspora Jawa di Asia, Eropa, dan Amerika juga menjadi bagian penting dari kerja sama ini. Keseluruhan program akan dijalankan selama tiga hingga empat tahun, sesuai masa berlaku masing-masing perjanjian.

Prof. Irwan Trinugroho dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya penandatanganan MoA tersebut. Beliau menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan wujud nyata komitmen antar perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi antar pegiat budaya Jawa menjadi penting dalam pengembangan kebudayaan Indonesia.

“Penandatanganan ini sebagai bagian dari upaya jejaring dari sesama pegiat budaya di Indonesia maupun jejaring secara internasional dalam konteks untuk pelestarian budaya,” ujar Prof. Irwan.

Momentum ini penting untuk memperkuat jaringan budaya yang lebih luas. Pihak kampus perlu lebih aktif mengambil peran dalam pelestarian budaya nasional. Prof. Irwan juga menilai, saat ini adalah waktu yang tepat bagi akademisi budaya untuk bersinergi. Pemerintah Indonesia telah menempatkan kebudayaan di bawah kementerian yang berdiri secara mandiri. Hal ini membuka peluang besar bagi perguruan tinggi untuk terlibat dalam program-program strategis kebudayaan. Prof. Irwan berharap, setelah MoA ditandatangani, kolaborasi antar perguruan tinggi ini bisa langsung diimplementasikan. Berbagai program yang telah disepakati dapat segera dijalankan secara bersama dan berkelanjutan. UNS melalui PUI Javanologi siap menjadi fasilitator dalam berbagai kegiatan akademik berbasis budaya Jawa.

Penandatanganan MoA ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memajukan kajian kebudayaan Jawa. Kerja sama ini diharapkan menghasilkan penelitian, publikasi ilmiah, dan kegiatan akademik lintas kampus yang berdampak. Prof. Irwan mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat kolaborasi yang telah dibangun. Beliau juga berharap agar jejaring budaya Jawa dapat diperluas hingga ke tingkat internasional.

UNS semakin mantap menempatkan PUI Javanologi sebagai pusat studi budaya Jawa nasional. Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan UNS dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa melalui jalur akademik. Melalui kolaborasi antar fakultas dan kampus, diharapkan budaya Jawa dapat terus hidup dan berkembang. Program-program kerja sama ini juga diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas. Kegiatan ini sekaligus menandai perjuangan UNS untuk dapat mencapai SDGs ketujuhbelas, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Humas UNS