UNS– Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengolah berbagai limbah rumah tangga demi mengurangi risiko pencemaran di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Ekoenzim menjadi hasil produk luaran oleh mereka yang merupakan Kelompok 36 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS. Inisiatif pengolahan limbah organik rumah tangga diharapkan dapat menjadikannya lebih bermanfaat
Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat tentang bahan makanan, sejalan dengan limbah organik yang dihasilkan. Banyak pula limbah organik rumah tangga yang terbengkalai. Kelompok KKN UNS 36 mengadakan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah rumah tangga. Kegiatan ini berlokasi di Balai Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Materi utama yang disampaikan adalah tentang sosialisasi dan demonstrasi cara pembuatan Ekoenzim. Berupa cairan, ekoenzim sendiri dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik rumah tangga, seperti sayuran, buah-buahan, atau biji-bijian dengan bantuan gula merah dan air selama periode waktu 3 bulan. Produk ini dapat digunakan sebagai pupuk cair organik yang menawarkan berbagai keuntungan, seperti membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman, mengurangi risiko bahaya penggunaan pupuk cair kimia, serta mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kelompok 36 KKN UNS, Melita Tintani Rahma Setya. Ia merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS. Program sosialisasi juga mendapat dukungan oleh Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, M.Sc.(Hons), Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
“Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan ekoenzim dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus mengajarkan ibu-ibu rumah tangga untuk mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat,” ujar Melita.
Ekoenzim juga telah banyak diperjualbelikan sebagai alternatif pupuk cair organik kimia. Potensi ekonomi dapat menjadi salah satu ide pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat Desa Giriroto.
Keikutsertaan masyarakat tampak dari beragamnya peserta yang hadir. Dalam acara tersebut dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Giriroto yang sangat antusias. Turut hadir juga mahasiswa IPB University dan Universitas Setia Budi (USB) yang melaksanakan KKN di Giriroto.
Kegiatan ini mendapat atensi yang baik dari ibu-ibu PKK Desa Giriroto. Mereka mendukung terkait pelaksanaan program sosialisasi ini. Harapan kedepannya untuk program ini adalah dapat memberikan manfaat dan pengetahuan kepada masyarakat terkait pengelolaan limbah organik agar bermanfaat bagi mereka dan mengurangi pencemaran lingkungan sekitar.
Humas UNS
Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti

















