FPRB jadi Upaya P3B LPPM UNS Bangun Desa Tangguh Bencana

UNSPusat Penelitian dan Penanggulangan Bencana (P3B) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS berupaya membangun desa tangguh bencana di Kota Surakarta. Kegiatan ini direalisasikan melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Pemberdayaan masyarakat bertajuk “Peningkatan Kapasitas dan Koordinasi FPRB Kota Surakarta” ini menjadi wujud nyata dari kegiatan pengabdian yang diketuai oleh Anton Subarno, S.Pd., M.Pd., Ph.D.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Gedung Haris Mudjiman LPPM UNS, Selasa (13/8/2024). Para peserta yang hadir seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta, FPRB Surakarta, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surakarta, Search and Rescue (SAR), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan beberapa instansi lainnya. Agenda dalam kegiatan ini adalah pemberian materi terkait peningkatan kapasitas tim relawan, pembuatan SOP penanggulangan bencana banjir, penyerahan alat peraga kepada sekolah SD, serta penyerahan biopori.

Menurut Nico Agus Putranto, S.H., M.M., dari BPBD Surakarta, kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Forum Bencana merupakan sebuah kegiatan yang sangat bagus. Pelaksanaannya dapat meningkatkan peran serta anggota FPRB. Selain itu, mereka mendapatkan pengetahuan terkait mitigasi bencana.

“Diharapkan kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan di lembaga UNS namun juga dapat dilakukan di seluruh universitas,” ucap Nico.

Dalam kegiatan ini terdapat pemberian materi oleh Dian Kurniadi, Selaku bagian dari FPRB Kota Surakarta. Ia berbagi materi terkait “Masyarakat Sadar Bencana: Radar Bencana”. Ia memaparkan bahwa terdapat tingkat kerentanan dan tingkat kapasitas pentahelix yang berbeda-beda. Risiko yang muncul juga akan berbeda pula.

Tak kalah menarik, materi terakhir dipaparkan Dr. Sorja Koesuma, S.Si., M.Si., dari UNS yakni terkait aplikasi JITUPASNA. Ini merupakan aplikasi tahap pengembangan yang merekapitulasi keterjadian bencana yang meliputi kerusakan korban jiwa, kerusakan barang, dan beberapa informasi lainnya. JITUPASNA dapat dimanfaatkan untuk mengetahui risiko yang disebabkan oleh bencana di suatu daerah. Humas UNS

Reporter: R. P. Adji

Redaktur: Dwi Hastuti